Pedagang Kopi Keliling di Pontianak Akui Omset Turun Saat Libur Sekolah

Pedagang kopi keliling di Pontianak mengakui terjadi penurunan omset penjualan selama masa libur sekolah.

Penulis: Peggy Dania | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Peggy Dania
PEDAGANG KOPI - Wahyu (baju abu) saat diwawancarai mengenai kopi keliling jualannya, mereka berjualan di Jalan Akcaya dan Jalan M. Sohor Kota Pontianak, Provinsi Kalbar, Senin 22 Desember 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Wahyu, pedagang kopi keliling di Jalan Akcaya Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Provinsi Kalbar mengatakan kondisi tersebut berdampak cukup signifikan terhadap pendapatannya.
  • Ia menyebut biasanya berjualan di kawasan Jalan Sulawesi yang berada di sekitar sejumlah sekolah.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Pedagang kopi keliling di Pontianak mengakui terjadi penurunan omset penjualan selama masa libur sekolah.

Wahyu, pedagang kopi keliling di Jalan Akcaya Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Provinsi Kalbar mengatakan kondisi tersebut berdampak cukup signifikan terhadap pendapatannya.

“Kalau sekarang turun, bisa sampai 50 sampai 60 persen. Karena anak-anak sekolah lagi libur,” ujarnya, Senin 22 Desember 2025.

Ia menyebut biasanya berjualan di kawasan Jalan Sulawesi yang berada di sekitar sejumlah sekolah.

Namun, selama libur sekolah, ia memutuskan untuk pindah sementara ke Jalan Akcaya.

Wahyu mengungkapkan alasan memilih usaha kopi keliling karena terbatasnya pilihan pekerjaan dan ketatnya persaingan lowongan kerja saat ini.

Menurutnya, tren kopi keliling di Pontianak juga sudah tidak lagi meningkat signifikan karena jumlah pelaku usaha yang semakin banyak.

Untuk harga, Wahyu menjual enam varian minuman dengan kisaran Rp10.000 hingga Rp12.000 per cup.

Baca juga: Pontianak Masuk Daftar Wilayah Terdampak Badai Bibit Siklon 93S Desember 2025, Potensi Cuaca Ekstrem

Sementara itu, pedagang kopi lainnya yang berada di Jalan M. Sohor Pontianak, Juned, mengatakan ia telah berjualan kopi selama sekitar satu tahun.

Ia biasanya berjualan di sekitar kampus Widya Dharma, Jalan Merdeka.

“Biasanya saya stay. Karena kampus lagi libur, jadi pindah dulu ke sini,” katanya.

Juned menyebut penghasilannya relatif stabil. Sistem keuntungan dihitung per cup yakni Rp2 ribu per gelas.

“Kalau 40 cup sehari, sekitar Rp80 ribu. Sebulan bisa Rp4 sampai Rp5 juta,” ujarnya.

Ia menambahkan, harga minuman yang dijua berkisar antara Rp8.000 hingga Rp12.000, dengan menu kopi susu yang paling banyak diminati pembeli. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved