Komunitas Independent Exotic Pets Edukasi Warga Soal Hewan di CFD Ayani Pontianak

Menurut Ardi, komunitas mereka memang aktif melakukan edukasi termasuk di sekolah-sekolah. 

Penulis: Peggy Dania | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Peggy Dania
KOMUNITAS HEWAN - Ardi, Perwakilan Komunitas Independent Exotic Pets (IEP) Pontianak, Kalimantan Barat saat memegang ular piton sawah albino di kawasan Car Free Day Jalan Jenderal Ahmad Yani Pontianak, Kalbar, Minggu 30 November 2025. 
Ringkasan Berita:
  • Ardi, perwakilan komunitas, mengatakan keikutsertaan mereka di CFD untuk memberikan edukasi mengenai hewan-hewan yang kerap dianggap berbahaya oleh masyarakat.
  • Menurut Ardi, komunitas mereka memang aktif melakukan edukasi termasuk di sekolah-sekolah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Komunitas Independent Exotic Pets (IEP) Pontianak, Kalimantan Barat atau komunitas pecinta hewan hadir meramaikan Car Free Day (CFD) Ayani Pontianak dengan membawa sejumlah hewan, seperti musang dan beberapa jenis ular untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat, Minggu 30 November 2025

Ardi, perwakilan komunitas, mengatakan keikutsertaan mereka di CFD untuk memberikan edukasi mengenai hewan-hewan yang kerap dianggap berbahaya oleh masyarakat.

“Alasan kita datang ke CFD ini hanya untuk sekedar sosialisasi tentang masalah hewan. Karena hewan-hewan ini kalau di masyarakat hewan-hewan buas. Kayak ular ini menyeramkan jadi kita bawa kesini untuk sosialisasi kepada masyarakat bahwa hewan buas seperti musang, ular dan lain sebagainya ini yang kita bawa sini itu bisa menjadi sahabat, jadi jadi teman untuk menghibur para pengunjung,” katanya. 

Menurut Ardi, komunitas mereka memang aktif melakukan edukasi termasuk di sekolah-sekolah. 

Warga Antusias Manfaatkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Poltekkes Kemenkes Pontianak di Taman Budaya

Banyak sekolah yang mengundang mereka saat mengangkat tema tentang hewan.

“Semua hewan yang kita bawa sini, termasuk ular, itu aman. Artinya tidak berbahaya. Pertama kalau ular tidak berbisa, tidak beracun, jadi aman sekali. Ularnya sudah jinak, hewan-hewan lain juga sudah jinak. Kita berani bawa sini, ya kita pastikan itu binatang sudah aman untuk dibawa,” jelasnya. 

Ia mengungkapkan bahwa ada beberapa jenis ular yang ia bawa seperti ular piton sawah albino. 

“Jenis ular yang kuning ini, ini ular piton sawah. Itu ular terpanjang sedunia ini ular dari Indonesia cuma ini albinonya. Kalau yang kecil ini ular dari Afrika luar negeri. Ini namanya ball python, piton bola,” jelasnya. 

Ardi mengaku sudah memelihara hewan tersebut selama kurang lebih 20 tahun. 

Ia mengatakan selama ini tidak pernah mendapat tantangan karena merupakan hobinya. 

“Karena kita hobi jadi kayaknya tidak ada tantangan,” pungkasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved