Tegakkan Perda, Satpol PP Pontianak Denda Pelanggar Sampah Rp 500 Ribu
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak terus menggencarkan upaya menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakat sesuai Perda.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Terbaru, Satpol PP memberikan sanksi administrasi berupa denda sebesar Rp500 ribu kepada salah satu toko buah di Jalan WR Supratman.
- Penindakan ini dilakukan setelah ditemukan tumpukan sampah berlabel nama toko tersebut di parit depan Pontianak Mall.
- Kepala Satpol PP Kota Pontianak, Ahmad Sudiyantoro, menjelaskan bahwa penemuan sampah tersebut berawal dari laporan warga.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak terus menggencarkan upaya menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakat sesuai Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku.
Terbaru, Satpol PP memberikan sanksi administrasi berupa denda sebesar Rp500 ribu kepada salah satu toko buah di Jalan WR Supratman.
Penindakan ini dilakukan setelah ditemukan tumpukan sampah berlabel nama toko tersebut di parit depan Pontianak Mall.
Kepala Satpol PP Kota Pontianak, Ahmad Sudiyantoro, menjelaskan bahwa penemuan sampah tersebut berawal dari laporan warga.
Setelah ditelusuri, sampah diketahui berasal dari toko buah dimaksud.
Menurutnya, pihak toko tidak secara sengaja membuang sampah ke parit.
Namun, ada unsur kelalaian karena tidak menjaga sampah yang dihasilkan, sehingga diacak-acak oleh pemulung dan berakhir mencemari lingkungan.
"Mereka tidak ada kesengajaan membuang sampah ke parit, tetapi ada kelalaian dalam pengelolaan sampah. Namun yang bersangkutan kooperatif dan bersedia dikenakan sanksi administrasi," ujar Sudiyantoro saat dikonfirmasi pada Jumat, 10 April 2026.
Baca juga: Tepelima ke-7 Digelar, Kesbangpol Pontianak Ungkap Inklusi Teman Tuli Perkuat Toleransi
Sudiyantoro menegaskan, setiap pelaku usaha wajib menyediakan tempat penampungan sampah serta memastikan pembuangan dilakukan di lokasi yang telah ditentukan.
Ia juga mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 terdapat lima kasus pelanggaran Perda yang dikenakan denda, mulai dari pembuangan sampah sembarangan hingga penumpukan material.
Seluruh pelaku disebut bersikap kooperatif saat dilakukan penindakan.
"Biasanya yang kita tindak itu yang sudah satu atau dua kali diingatkan tetapi masih melanggar. Kalau ada laporan dari warga, pasti akan kita tindaklanjuti," jelasnya.
Meski demikian, pendekatan yang dilakukan Satpol PP tetap mengedepankan langkah edukatif dan persuasif sebelum penindakan tegas diberlakukan.
Sudiyantoro juga mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Kota Pontianak untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah.
"Kami mengimbau agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan dan selalu menjaga lingkungan tetap bersih. Sediakan tempat sampah yang memadai dan buang pada tempat yang telah ditentukan," imbaunya
| Update Kasus Irfan Zaki Azizi, Tim Hukum KAHMI Kalbar Kawal Dugaan Kekerasan Anak di Ponpes Labbaik |
|
|---|
| Capaian Nama Rupabumi Sintang Terus Meningkat, Kecamatan Sungai Tebelian Jadi Fokus Pengumpulan Data |
|
|---|
| Tangis Ibu Wesley Pecah, Tengkorak Kepala Pecah hingga Kaki Tak Bisa Bergerak Akibat Saraf Rusak |
|
|---|
| Terungkap Skenario Sadis Bocah di Singkawang, Usir Teman Lain Sebelum Pukul Kepala Wesley Pakai Palu |
|
|---|
| Tragis! Bocah 12 Tahun di Singkawang Kritis Dihantam Palu Teman Sebaya, Tempurung Kepala Pecah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kan-tegas-diberlakukan.jpg)