Profil

PROFIL dan Biodata Daud Yordan, The Boxing Senator yang Resmi Daftar Calon Ketum KONI Kalbar

Daud menyebut Kalbar sangat mampu baik sebagai tuan rumah maupun untuk meningkatkan prestasi di berbagai cabang olahraga.

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
DAUD YORDAN KONI - The Boxing Senator Daud Yordan resmi mendaftar Bakal Calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Barat (Kalbar) periode 2025–2029 pada Senin 24 November 2025 di kantor KONI Kalbar, Komplek Stadion Sultan Syarief Abdurachman, Jl. Sutan Syahrir, Kota Pontianak. Berikut profil Daud Yordan. 

Gaya bertarung: Ortodoks

Catatan tinju: 47 pertandingan (42 menang, 30 KO, 4 kalah, 1 no contest)

Karier Tinju Daud Yordan

1. Juara dunia IBO kelas bulu (2012)

2. Juara dunia IBO kelas ringan (2018)

3. Pernah bertarung melawan nama besar seperti Chris John, Anthony Crolla, dan Panya Uthok.

4. Dikenal sebagai petinju dengan pukulan keras dan daya tahan tinggi.

Kumon Perluas Akses Belajar di Kubu Raya, Daud Yordan : Pendidikan untuk Investasi Jangka Panjang

Cerita Daud Yordan Capai Puncak Karier

Daud Yordan punya cerita panjang sebagai seorang atlet. 

Bukan sekadar pernah berprestasi Daud tumbuh dari ring tinju dari keringat latihan, dari jam-jam panjang disiplin tanpa kompromi.

Sebagai seorang juara dunia, tentu ia sudah pernah melewati pahit-manis perjalanannya sebagai seorang atlet sejak usia belia, dari menjalani pembinaan seadanya, hingga membuahkan hasil dengan meraih kemenangan dari kerja keras, bukan fasilitas.

Perjalanan hidupnya sebagai petinju membentuk karakter kepemimpinannya yakni tegas, fokus pada pembinaan, dan memahami kebutuhan atlet dari dalam.

"Saya seorang atlet yang masih berstatus juara dunia. Saya tahu rasanya jadi atlet, tahu susahnya pembinaan. Karena itu saya terpanggil,” ujar Daud.

Sebagai Ketua KONI Kayong Utara, Daud menempatkan pengalamannya sebagai dasar moral untuk maju di level provinsi.

"Olahraga harus dipikirkan oleh para pelaku olahraga. Kita ingin (olahraga) Kalbar jauh lebih baik ke depan,” tegasnya.

Di tengah efisiensi anggaran pemerintah, Daud menekankan perlunya membuka ruang sinergi dengan sektor non-pemerintah.

"Atlet tidak hanya bergantung kepada pemerintah, tapi juga pihak swasta dan banyak pihak lainnya,” katanya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved