Tips & Trik

Hati-Hati, Ini Perbedaan Jamur Beracun dan Jamur Konsumsi

Jamur yang aman biasanya memiliki warna netral, bau tanah yang segar, dan tidak memiliki ciri-ciri mencurigakan di atas. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Dhita Mutiasari
National Geographic Indonesia/ Silvia Triyanti Luis
MEMBEDAKAN JAMUR - Ilustrasi contoh Jamur shiitake. Jamur yang aman biasanya memiliki warna netral, bau tanah yang segar, dan tidak memiliki ciri-ciri mencurigakan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Membedakan jamur beracun dan tidak beracun memang cukup sulit, karena banyak jamur yang tampak mirip.

Bahkan ada jamur beracun yang wujudnya menyerupai jamur konsumsi.

Untuk membedakan jamur beracun, waspadai jamur dengan warna mencolok (merah, kuning, biru), bau busuk seperti amonia atau kotoran, memiliki cincin atau cawan di pangkal batang, mengeluarkan getah, atau meninggalkan noda hitam/biru di pisau stainless steel saat dipotong.

Jamur yang aman biasanya memiliki warna netral, bau tanah yang segar, dan tidak memiliki ciri-ciri mencurigakan di atas. 

Dikutip dari situs resmi Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), jamur secara alami banyak dijumpai di kawasan hutan dan pegunungan, terutama di musim hujan.

BREAKING NEWS- Pasutri Asal Mempawah Hulu Landak Meninggal Dunia Diduga Konsumsi Jamur Beracun

Kendati ada jamur yang dapat dimakan serta banyak mengandung mineral baik untuk tubuh, seperti protein, serat, hingga vitamin, namun tidak semua jenis jamur dapat dikonsumsi.

Banyak juga jenis jamur yang tidak boleh dimakan, karena berbahaya bagi tubuh, bahkan beberapa jamur termasuk spesies beracun dan mematikan jika sampai masuk ke dalam tubuh.

Di antaranya seperti spesies jamur Amanita phalloides dan Amanita virosa.

Keduanya merupakan jenis jamur beracun yang berbahaya untuk dikonsumsi.

Bahkan, jamur Amanita phalloides merupakan salah satu spesies jamur paling beracun dari jenis jamur payung.

Racun jamur tersebut dapat menyebabkan iritasi, rasa sakit yang parah, hingga kerusakan pada mata dan kulit.

Berikut beberapa cara umum yang bisa membantu, meski tidak boleh dijadikan patokan mutlak (karena identifikasi jamur sebaiknya dilakukan oleh ahli atau dengan panduan terpercaya):

Ciri-Ciri Jamur Beracun

1.Warna mencolok

Banyak jamur beracun memiliki warna cerah atau mencolok (merah, jingga, ungu, bintik putih di atas topi jamur).

2. Ada cincin atau volva (kantong di pangkal batang)

Contohnya jamur Amanita (seperti death cap dan fly agaric) yang sangat mematikan.

Jika ada cincin di batang dan semacam kantong di pangkal, waspadai.

3. Aroma tidak sedap atau menyengat

Beberapa jamur beracun berbau busuk, amis, atau menyengat.

Tapi hati-hati, karena ada juga jamur beracun yang tidak berbau aneh.

4. Rasa sangat pahit atau pedas

Jika dicicipi (dalam jumlah sangat kecil, cara ini kadang dilakukan ahli), jamur beracun biasanya pahit.

Namun sebaiknya jangan mencoba mencicipi jika tidak benar-benar ahli.

5. Mengubah warna saat dipotong/ditekan

Ada jamur beracun yang dagingnya berubah warna jadi biru/hitam ketika ditekan atau dipotong.

6. Habitat mencurigakan

Banyak jamur beracun tumbuh liar di tanah hutan, dekat akar pohon tertentu, atau di kotoran hewan.
 
Ciri-Ciri Jamur yang Umumnya Aman Dimakan

1.Jamur budidaya

Misalnya jamur tiram, jamur kancing, jamur kuping, shiitake, enoki. Semua ini aman karena sudah dibudidayakan.

2.Tidak memiliki volva/cincin khas jamur Amanita

Batangnya polos tanpa “rok” atau kantong di pangkal.

3. Aroma segar dan khas jamur

Bau enak, seperti jamur kancing atau tiram.

4. Warna tidak terlalu mencolok

Biasanya putih, krem, cokelat muda, atau abu-abu.

Beberapa contoh jamur yang tidak beracun  adalah jamur tiram, jamur merang, jamur kuping, jamur kancing (champignon), dan jamur shitake.

Contoh Jamur Tidak Beracun (dapat dikonsumsi)

  1. Jamur Tiram: Jamur yang mudah ditemukan dan populer untuk dikonsumsi.  
  2. Jamur Merang: Jamur yang banyak digunakan dalam masakan Indonesia.  
  3. Jamur Kuping: Memiliki tekstur kenyal dan sering diolah menjadi sup.  
  4. Jamur Kancing (Champignon): Jamur populer lainnya, juga dikenal sebagai jamur kancing atau champignon.  
  5. Jamur Shitake (Shiitake): Jamur sehat dan lezat yang berasal dari Asia Timur. 
     

Namun perhatikan tips penting berikut yang harus diperhatikan  dalam mengenali jamur

  • Jangan pernah memakan jamur liar tanpa identifikasi yang jelas.
  • Gunakan buku panduan jamur atau aplikasi identifikasi jamur, tapi tetap hati-hati.
  • Jika ragu, lebih baik tidak dimakan.
  • Beberapa jamur tetap beracun meski sudah dimasak, direbus, atau dikeringkan.
  • Jangan Pernah Mengonsumsi Jamur Liar jika Tidak Yakin:
  • Ciri-ciri Tidak Mutlak: Meskipun ada ciri-ciri umum, beberapa jamur beracun tidak selalu memiliki semua ciri tersebut, begitu juga sebaliknya.

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved