Ragam Contoh

Bahaya Begadang, Studi Ungkap Risiko Serangan Jantung dan Stroke Meningkat

Penelitian ini dipimpin oleh Sina Kianersi dari Brigham and Women's Hospital dan Harvard Medical School. 

Tayang:
Dok. Kompas.com
BEGADANG- Ketika seseorang yang secara alami aktif di malam hari dipaksa bangun pagi secara konsisten, tubuhnya sulit beradaptasi dan cenderung mengalami gangguan tidur kronis. 

Kristen Knutson, seorang ahli tidur dari Northwestern University yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menyatakan bahwa dampak ketidaksesuaian ritme biologis dapat melampaui masalah tidur.

Misalnya, bagi orang yang sering begadang, sarapan besar di pagi hari bisa terasa berat karena tubuh mereka secara biologis masih berada dalam "mode malam." Hal ini bisa memengaruhi kadar gula darah dan cara tubuh dalam memproses makanan.

Aktivitas di malam hari juga sering menghalangi mereka untuk memilih makanan sehat.

Para peneliti menekankan bahwa risiko yang diidentifikasi dalam studi ini bukanlah hal yang tidak dapat diubah.

Kianersi merekomendasikan agar individu fokus pada kebiasaan dasar yang dapat membantu kesehatan jantung.

Menghentikan kebiasaan merokok menjadi salah satu langkah terpenting.

Selain itu, menjaga waktu tidur dan bangun yang konsisten, meskipun durasi tidur belum mencapai tujuh jam, dapat membantu mengurangi risiko.

Temuan ini menunjukkan bahwa tidur lebih dari sekadar kebutuhan istirahat; ia merupakan bagian krusial dari kesehatan jantung.

Kebiasaan begadang dan insomnia yang berlangsung lama memiliki konsekuensi yang lebih serius daripada sekadar rasa lelah di keesokan harinya.

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved