Bahas Raperda Tentang Hari Besar Daerah, DPRD Sanggau Laksanakan Konsultasi Publik
Hari Besar Daerah harus merefleksikan memori kolektif dan struktur sosial masyarakat Sanggau yang majemuk.
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Try Juliansyah
Ia menambahkan, keputusan memasukkan kedua agenda ini sangat beralasan mengingat keduanya telah mengakar secara konsisten dan menjadi identitas kultural masyarakat selama belasan tahun.
Ketika Gawai Nosu Minu Podi dan Festival Paradje’ resmi menyandang status sebagai Hari Besar Daerah dan masuk kalender pariwisata resmi, maka manajemen festivalnya harus naik kelas.
Pemerintah daerah tidak bisa lagi terjebak pada rutinitas seremonial tahunan.
Regulasi ini harus diikuti dengan kesiapan infrastruktur penunjang, strategi pemasaran pariwisata berbasis digital, serta pelibatan pelaku UMKM lokal.
Perda ini harus menjadi pemantik agar kekayaan kultural Sanggau tidak hanya lestari secara adat, tetapi juga mampu memberikan dampak kesejahteraan (multiplier effect) yang konkret bagi seluruh lapisan masyarakat Sanggau. (*)
- Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
- Baca Berita Terbaru di GOOGLE NEWS
| Taman Ruang Terbuka Hijau Pontianak Dievaluasi, Perawatan Berkala Disiapkan 2027 |
|
|---|
| Kenaikan Harga Pertamax Dinilai Wajar, Pengamat: Beban Subsidi dan Defisit APBN Semakin Berat |
|
|---|
| Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Warga Sekadau Khawatir Pertalite Makin Sulit Didapat |
|
|---|
| Romi Wijaya Tegaskan Kayong Utara Tak Tambah Utang, Pilih Optimalkan Pendapatan Daerah |
|
|---|
| Dampak Kenaikan BI Rate pada Warga Pontianak, Cicilan Rumah dan Motor Makin Membebani |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ntan-Barat-Kamis-11-Juni-2026.jpg)