Dampak Kenaikan BI Rate pada Warga Pontianak, Cicilan Rumah dan Motor Makin Membebani
Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat, terutama bagi warga yang memiliki cicilan
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Salah satunya Anissa, warga Perumahan PAL 5 Gang Haji Usman, Pontianak Barat.
- Ia mengaku sudah merasakan dampak kenaikan suku bunga dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada cicilan yang terus mengalami kenaikan.
- Menurutnya, beban cicilan seperti rumah dan motor cenderung meningkat dari tahun ke tahun sehingga memengaruhi pengelolaan keuangan bulanan.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat, terutama bagi warga yang memiliki cicilan rumah maupun kendaraan.
Salah satunya Anissa, warga Perumahan PAL 5 Gang Haji Usman, Pontianak Barat.
Ia mengaku sudah merasakan dampak kenaikan suku bunga dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada cicilan yang terus mengalami kenaikan.
"Ya saya merasakan dampak kenaikan suku bunga. Semenjak 3 tahun terakhir," ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co,id, Kamis 11 Juni 2026.
Menurutnya, beban cicilan seperti rumah dan motor cenderung meningkat dari tahun ke tahun sehingga memengaruhi pengelolaan keuangan bulanan.
"Yaa cicilan seperti rumah atau motor. Sepertinya setiap tahun mengalami kenaikan," katanya.
Kondisi tersebut membuatnya harus lebih cermat dalam membagi pengeluaran antara cicilan dan kebutuhan pokok sehari-hari.
Baca juga: Bukan Faktor Kurs, Pelancong Malaysia Akui Keunikan Pontianak Jadi Alasan Utama Berkunjung
"Sangat memperngaruhi. Jadi setiap bulan saya harus benar-benar membagi pengeluaran untuk cicilan dan kebutuhan pokok," jelasnya.
Anissa mengakui, beban tersebut cukup terasa, namun ia tetap berupaya memenuhi kewajibannya.
"Kalau dibilang merasa terbebani, ya pasti terasa. Tapi karena kebutuhan mau gak mau kita harus mengusahakan nya," ungkapnya.
Untuk menyiasati kondisi tersebut, ia berusaha mencari tambahan penghasilan di luar gaji pokok.
"Saya harus mencoba dan memutar otak untuk mendapatkan tambahan lain selain gaji pokok," tambahnya.
Selain itu, ia juga mulai mengurangi pengeluaran yang dianggap tidak terlalu penting.
“Kalau untuk mengurangi kebutuhan ya pasti ada beberapa yang perlu dikurangi. Seperti uang kopi ataupun uang skincare," ujarnya.
Ia menilai, mencari tambahan penghasilan menjadi langkah penting untuk menutupi kebutuhan rumah tangga.
| Kemenkum Kalbar Dampingi Penyusunan Naskah Akademik Dua Raperda Inisiatif DPRD Kayong Utara |
|
|---|
| Kemenkum Kalbar Rampungkan Harmonisasi Raperbup Mempawah tentang Hak Keuangan dan Administratif DPRD |
|
|---|
| Dampak BI Rate Mulai Terasa di Kalbar, Norsan Pastikan Layanan Publik Tetap Berjalan |
|
|---|
| Fenomena Ribuan Ikan Mati di Mempawah, Kerugian Membengkak Akibat Penurunan pH Sungai |
|
|---|
| Kalbar Tuan Rumah Rakernas XVI Arsada, Soroti Kemandirian Finansial RSUD dan Nasib Dokter Spesialis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/rumahnya-Kamis-11-Juni-2026.jpg)