Jarinya Bengkak dan Luka, Warga Sekadau Datangi Posko Damkar Minta Potong Cincin Titanium
Eko menjelaskan, cincin berbahan titanium dengan diameter 19 milimeter tersebut sebenarnya baru digunakan oleh korban sekitar satu minggu.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
- Petugas Damkar berhasil mengevakuasi sebuah cincin titanium yang tersangkut dan menjepit erat jari seorang warga pada Rabu, 10 Juni 2026 petang kemarin.
- Kepala DPKP Kabupaten Sekadau, Eko Sulistyo, mengungkapkan bahwa proses evakuasi medis darurat ini dilakukan setelah korban yang diketahui bernama Surya Eka Winanda datang langsung ke Posko DPKP Sekadau untuk meminta pertolongan.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, kembali menunjukkan aksi heroik dalam aksi penyelamatan non-kebakaran.
Petugas Damkar berhasil mengevakuasi sebuah cincin titanium yang tersangkut dan menjepit erat jari seorang warga pada Rabu, 10 Juni 2026 petang kemarin.
Kepala DPKP Kabupaten Sekadau, Eko Sulistyo, mengungkapkan bahwa proses evakuasi medis darurat ini dilakukan setelah korban yang diketahui bernama Surya Eka Winanda datang langsung ke Posko DPKP Sekadau untuk meminta pertolongan.
"Laporan kami terima pada pukul 17.51 WIB. Korban datang sendiri ke posko karena cincin yang dikenakannya sudah tidak bisa dilepaskan akibat jarinya mengalami pembengkakan yang cukup parah," ujar Eko Sulistyo saat dikonfirmasi, Kamis 11 Juni 2026.
Sempat Coba Potong Sendiri Pakai Gerinda Besi Ukuran Besar
Eko menjelaskan, cincin berbahan titanium dengan diameter 19 milimeter tersebut sebenarnya baru digunakan oleh korban sekitar satu minggu.
Namun petaka muncul dua hari sebelum korban melapor, di mana jari yang mengenakan cincin mengalami luka tergesek dan perlahan membengkak.
• Sepekan Ditangani Polisi, Perempuan Terlantar di Sekadau Segera Dipulangkan ke Palangkaraya
Kondisi itu membuat cincin kian terjepit dan mustahil dilepas secara normal.
Sebelum menyerah dan mendatangi kantor Damkar, korban ternyata sempat melakukan aksi nekat dengan berupaya memotong sendiri cincin tersebut menggunakan alat gerinda besi berukuran besar di rumahnya.
"Korban sudah mencoba melepaskan sendiri menggunakan gerinda. Tetapi karena alat yang digunakan terlalu besar dan sangat berpotensi melukai tangan serta jari lainnya, korban akhirnya menghentikan aksinya dan memilih meminta bantuan ke DPKP," jelas Eko.
Evakuasi Menegangkan 15 Menit Menggunakan Gerinda Mini
Melihat kondisi jari korban yang sudah membengkak dan terluka, petugas piket Damkar Sekadau langsung bergerak cepat.
Proses evakuasi penyelamatan jari tersebut dimulai tepat pukul 17.53 WIB.
Petugas menggunakan metode pemotongan super hati-hati dengan alat gerinda mini. Guna meminimalkan risiko cedera dan rasa panas akibat gesekan logam, petugas juga menyiagakan senter, tali pelindung bawah cincin, serta kucuran air sebagai pendingin.
"Petugas melakukan pemotongan cincin menggunakan mini grinder dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi agar tidak menimbulkan luka tambahan pada jaringan kulit jari korban yang sudah membengkak," tambahnya.
Setelah berjibaku selama kurang lebih 15 menit, proses evakuasi dinyatakan selesai pada pukul 18.08 WIB. Cincin titanium tersebut berhasil diputuskan dan dilepaskan dari jari korban tanpa kendala berarti.
Damkar Sekadau Sebar Nomor Hotline Darurat Gratis
Pasca-evakuasi, petugas Damkar terpaksa merusak cincin titanium tersebut demi menyelamatkan jari korban dari risiko amputasi atau infeksi yang semakin memburuk.
Warga Sekadau
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana
DPKP
DPKP Sekadau
Berita Terbaru Tribun Pontianak
Kalbar
Kalimantan Barat
Sekadau
| Terima Kunker Komisi I DPRD Belitung, Ketua DPRD Ketapang Beberkan Rahasia Pengawasan APBD |
|
|---|
| Dua Anak Muda Sahrul dan Dedi Resmi Isi Jabatan Strategis Pemdes Berlimang Sambas |
|
|---|
| Harga Pupuk dan Racun Rumput di Kayong Utara Melonjak Hingga 50 Persen |
|
|---|
| Petani Kalbar Tercekik! Harga Pupuk Meroket, Urea dari Rp400 Ribu Tembus Rp700 Ribu Perkarung |
|
|---|
| Naik Drastis, Harga Pupuk serta Herbisida Meroket di Kayong Utara, Petani Paling Terdampak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Dinas-Pemadam-Kebakaran-435retfgre.jpg)