Air Bersih di Sekadau Sempat Mati Berhari-hari, Kini Distribusi Mulai Kembali Normal

Kendala lain juga muncul terkait ketersediaan aksesoris pipa, meskipun akhirnya masih dapat diatasi oleh tim teknis.

Tayang:
TRIBUN PONTIANAK/ISTIMEWA
PERUMDA- Petugas Perumda Sirin Meragun bersama tim teknis melakukan perbaikan pipa induk berdiameter 400 milimeter di Desa Meragun, Kecamatan Nanga Taman, yang menjadi penyebab terganggunya distribusi air bersih di Kecamatan Sekadau Hilir dan Sekadau Hulu sejak 29 Mei 2026. Perbaikan dilakukan siang dan malam dengan dukungan alat berat hingga distribusi air kembali normal secara bertahap pada Rabu, 3 Juni 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Direktur Perumda Sirin Meragun, Yok Kelak, mengatakan distribusi air mulai kembali dibuka pada Rabu, 3 Juni 2026 sekitar pukul 08.00 WIB setelah proses perbaikan pipa induk berhasil diselesaikan.
  • Ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas terganggunya layanan distribusi air bersih, khususnya bagi masyarakat di Kecamatan Sekadau Hilir dan Sekadau Hulu yang terdampak paling besar selama proses perbaikan berlangsung.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Setelah sempat mengalami gangguan selama beberapa hari, distribusi air bersih oleh Perumda Sirin Meragun di Kabupaten Sekadau kini mulai kembali normal secara bertahap. 

Sebelumnya, ribuan pelanggan di wilayah Kecamatan Sekadau Hilir dan Kecamatan Sekadau Hulu mengeluhkan tidak mengalirnya air bersih sejak 29 Mei 2026.

Gangguan tersebut sempat menghambat aktivitas masyarakat sehari-hari, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga aktivitas usaha yang bergantung pada pasokan air bersih.

Direktur Perumda Sirin Meragun, Yok Kelak, mengatakan distribusi air mulai kembali dibuka pada Rabu, 3 Juni 2026 sekitar pukul 08.00 WIB setelah proses perbaikan pipa induk berhasil diselesaikan.

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas terganggunya layanan distribusi air bersih, khususnya bagi masyarakat di Kecamatan Sekadau Hilir dan Sekadau Hulu yang terdampak paling besar selama proses perbaikan berlangsung.

Menurut Yok Kelak, penghentian sementara distribusi air terjadi karena adanya pekerjaan perbaikan pada pipa induk berdiameter 400 milimeter atau 16 inci yang berada di Desa Meragun, Kecamatan Nanga Taman.

Cekcok Berujung Maut di Singkawang Timur, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Ia menjelaskan, pipa tersebut sebenarnya sudah lama mengalami rembesan dan memang telah masuk dalam agenda perbaikan pihak Perumda. 

Selain memperbaiki kebocoran, tim juga sekaligus melakukan penggantian sejumlah aksesoris pipa yang dinilai sudah berusia tua.

Dalam proses tersebut, material pipa turut diganti dari jenis PVC menjadi HDPE yang dianggap lebih sesuai dengan kondisi medan dan lingkungan di lokasi pekerjaan.

Meski pengerjaan utama telah selesai pada 2 Juni 2026 siang, distribusi air belum dapat langsung dibuka karena pihak Perumda harus menunggu proses pengeringan cor beton pada titik perbaikan agar hasil pekerjaan lebih maksimal dan aman digunakan.

Selain itu, proses perbaikan di lapangan juga diwarnai berbagai kendala teknis yang cukup menyulitkan tim pekerjaan.

Yok mengungkapkan, salah satu hambatan yang dihadapi adalah genset yang mengalami kerusakan akibat terbakar. 

Percepatan Pembangunan

Di samping itu, mobilisasi alat berat menuju lokasi pekerjaan juga cukup sulit karena kondisi medan tidak memungkinkan menggunakan peralatan milik Perumda sendiri.

Akibatnya, pihak Perumda harus meminjam alat berat dari pihak ketiga agar proses perbaikan dapat terus berjalan. 

Kendala lain juga muncul terkait ketersediaan aksesoris pipa, meskipun akhirnya masih dapat diatasi oleh tim teknis.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved