OSO Rayakan Idul Adha di Kayong Utara Bersama Mahfud MD dan Ustadz Das’ad Latif
Dalam kesempatan itu, OSO mengaku bahagia dapat kembali berkumpul dengan warga di tanah kelahirannya pada momentum Idul Adha.
Penulis: Faisal Ilham Muzaqi | Editor: Dhita Mutiasari
Ringkasan Berita:
- Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), merayakan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah bersama masyarakat di Masjid Agung Oesman Al-Khair, Sukadana, Kayong Utara.
- Dalam momentum mudik tahunan tersebut, OSO didampingi Mahfud MD dan Ustadz Das’ad Latif.
- Ia mengajak masyarakat untuk tetap berbagi melalui ibadah kurban meski kondisi ekonomi masih sulit, serta berharap Idul Adha menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Suasana Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Kayong Utara berlangsung semarak dengan kehadiran Oesman Sapta Odang atau OSO.
Mantan Ketua DPD RI dan juga saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Hanura tersebut melaksanakan Shalat Idul Adha bersama masyarakat di Masjid Agung Oesman Al-Khair, Sukadana, Rabu 27 Mei 2026.
Diketahui bahwa perayaan Idul adha merupakan momen mudik bagi OSO, selain bersilaturahmi dengan warga, pelaksanaan salat Id juga dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Mahfud MD dan penceramah kondang Ustadz Das'ad Latif.
• Pulang Kampung Halaman, OSO Disambut Rombongan Bupati Ketapang dan Kayong dan Beri Pesan Mendalam
Dalam kesempatan itu, OSO mengaku bahagia dapat kembali berkumpul dengan warga di tanah kelahirannya pada momentum Idul Adha.
"Saya bangga bertemu dengan masyarakat Kayong Utara setahun sekali begini. Dan ini hari yang paling meriah karena ada khotib Pak Mahfud MD, ada ustaz terkenal di Indonesia yang suka marah-marahin kita," ujar OSO usai pelaksanaan shalat Idul Adha.
Dengan Khutbah yang di sampaikan oleh Prof Mahfud, OSO menyebut warga Kayong Utara masih sangat membutuhkan siraman rohani dan kebersamaan dalam momentum hari besar keagamaan.
Ia mengatakan, setelah khutbah Idul Adha yang disampaikan Mahfud MD, rangkaian kegiatan keagamaan kembali dilanjutkan dengan tausiah bersama Ustadz Das’ad Latif pada siang harinya.
"Masyarakat juga ingin minta lagi suguhan-suguhan rohani pada hari ini. Setelah Pak Mahfud, Pak Das’ad nanti siang jam sebelas ya, jam sebelas. Dan insya Allah kita bisa ketemu lagi di tahun depan kalau sehat ya," tambahnya.
Soroti Kondisi Ekonomi Masyarakat
Tak hanya bicara soal perayaan Idul Adha, OSO juga menyinggung kondisi ekonomi masyarakat yang masih menghadapi berbagai tantangan.
Ia pun mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan lebih untuk tetap berbagi kepada sesama melalui ibadah kurban.
"Pesan saya, jangan pelit. Biarpun sedikit, tapi sampai ke rakyat," sambungnya.
OSO berharap Hari Raya Idul Adha menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat.
"Seluruh daerah semua ada kesulitan, tapi kesulitan pada hari ini jangan ada. Karena ini adalah hari yang merayakan kurban sesuai dengan agama kita," tegasnya.
Profil OSO
Oesman Sapta Oedang lebih akrab dikenal dengan sebutan OSO, lahir 18 Agustus 1950 adalah seorang pengusaha dan Politisi Indonesia.
OSO pernah menjabat sebagai wakil ketua MPR RI periode 1999-2004 dan terpilih kembali sebagai wakil ketua lembaga tinggi negara tersebut dari kelompok DPD - RI untuk periode 2014-2019.
Dalam Sidang Paripurna DPD-RI 4 April 2017, Ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD RI.
Latar belakang
Oesman lahir dari pasangan Odang (ayah) asal Palopo, Sulawesi Selatan dan Asnah Hamid (ibu) asal Sulit Air, Solok, Sumatra Barat. Untuk menunjang pariwisata di kampung halamannya Sulit Air, ia membangun rumah gadang sebagai objek wisata dan tempat informasi.
Meski menyelesaikan jenjang pendidikan SMA dengan mengambil ijazah Paket C, ia memperoleh gelar Doktor Honoris Causa dari Senior University International di Amerika Serikat pada tahun 1999. Gelar ini ia peroleh, sebelum menamatkan jenjang SLTA-nya pada tahun 2006.
Bisnis
Oesman Sapta merupakan pemilik konglomerasi OSO Group yang bergerak di bidang percetakan, pertambangan, air mineral, properti, perkebunan, perikanan, transportasi, komunikasi, keuangan, dan perhotelan. Menurut majalah Globe Asia, pada tahun 2016 kekayaannya diperkirakan mencapai USD 350 juta dan telah menempatkannya ke dalam salah satu dari 150 orang terkaya di Indonesia.
Selain menjabat sebagai CEO OSO Group, Oesman juga duduk sebagai Komisaris maskapai Lion Air. Pada awal tahun 2012, ia menunjuk Tanri Abeng sebagai CEO OSO Group menggantikan dirinya. Ia juga mengumumkan George Toisutta sebagai komisaris utama dan anaknya Raja Sapta Oktohari sebagai direktur utama.
Organisasi dan politik
Selain aktif berbisnis, Oesman juga merupakan pendiri Partai Persatuan Daerah.
Karena dalam beberapa kali pemilihan umum partai tersebut tidak lolos electoral threshold, ia kemudian bergabung dengan Partai Hanura dan menjabat sebagai Ketua Umum sejak tahun 2016.
Selain aktif di partai politik, ia juga terlibat dalam berbagai organisasi. Disamping menjadi Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) sejak tahun 2010.[9], ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Gebu Minang.
| Polres Sanggau & Polsek Kapuas Perkuat Pengamanan, Festival Pawai Takbiran Sanggau Berjalan Kondusif |
|
|---|
| Daging Kurban Bisa Tahan Setahun, Asal Disimpan dengan Cara Ini |
|
|---|
| Takbir Akbar Idul Adha di Sintang, ICMI dan BKPUI Perkuat Syiar Islam dan Ukhuwah |
|
|---|
| Arus Balik, Volume Angkutan Penumpang KMP Bahtera Nusantara di Pelabuhan Sintete Belum Naik |
|
|---|
| Hukum Menyembelih Hewan Kurban Diluar Hari Tasyrik, Batas Penyembelihan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/oso-2805.jpg)