Update Harga Sawit Hari Ini, Petani Menjerit Harga TBS Terjun Bebas Rp1.700
Harga yang sebelumnya sempat menyentuh Rp2.700 per kilogram kini turun drastis menjadi Rp1.700 hingga Rp1.800 per kilogram sejak 19 Mei 2026.
Penulis: Imam Maksum | Editor: Syahroni
Ringkasan Berita:
- Harga TBS kelapa sawit di Kabupaten Sambas turun drastis pada 22 Mei 2026, dari sebelumnya sekitar Rp2.700 per kilogram menjadi Rp1.700–Rp1.800 per kilogram di tingkat pengepul, sementara harga di pabrik rata-rata Rp2.500 per kilogram.
- Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Abelnus meminta pemerintah segera membuat kebijakan yang berpihak kepada petani sawit swadaya karena turunnya harga TBS dinilai berdampak besar terhadap pendapatan petani dan ekonomi masyarakat desa.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, dilaporkan mengalami penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi tersebut membuat para petani sawit swadaya mulai resah karena pendapatan mereka terancam merosot drastis di tengah tingginya biaya produksi.
Baca juga: Aliansi Buruh Kalbar Dorong Perda untuk Lindungi Pekerja Perkebunan Sawit
Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Kabupaten Sambas, Abelnus mengatakan, per Jumat 22 Mei 2026 harga TBS sawit di tingkat pabrik rata-rata berada di kisaran Rp2.500 per kilogram.
Namun penurunan paling signifikan terjadi di tingkat RAM atau pengepul.
Harga yang sebelumnya sempat menyentuh Rp2.700 per kilogram kini turun drastis menjadi Rp1.700 hingga Rp1.800 per kilogram sejak 19 Mei 2026.
Baca juga: Kenaikan Harga Pupuk dan BBM Jadi Tantangan Bagi Industri Sawit Kalbar
“Menjelang pengumuman Presiden RI Prabowo Subianto bahwa ekspor CPO akan melalui BUMN yang ditunjuk negara, tiba-tiba harga TBS anjlok di berbagai wilayah termasuk Kalimantan Barat,” ujar Abelnus, Jumat 22 Mei 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi titik harga terendah dalam tiga tahun terakhir.
Penurunan harga sawit dinilai sangat memberatkan petani karena harga pupuk, pestisida, dan biaya perawatan kebun justru terus meningkat.
Abelnus menilai anjloknya harga TBS dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari turunnya harga CPO dunia, melemahnya harga kernel, permintaan ekspor yang menurun, hingga tekanan pasar global.
Baca juga: Menuju B50: Mengukuhkan Posisi Strategis Sawit di Tengah Geopolitik Global
Ia mengingatkan, jika kondisi tersebut terus berlanjut maka daya beli masyarakat desa akan ikut melemah.
Sebab mayoritas ekonomi warga di daerah perkebunan bergantung pada hasil sawit.
“Pendapatan petani menurun, daya beli masyarakat desa melemah, sementara harga kebutuhan perawatan kebun terus naik,” katanya.
APKASINDO Sambas pun meminta pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret yang berpihak kepada petani sawit swadaya.
Selain penyesuaian harga TBS, pemerintah juga diharapkan mampu menekan harga pupuk dan pestisida agar petani tetap bisa bertahan.
Abelnus berharap kebijakan yang diambil pemerintah dapat menjaga kesejahteraan petani sekaligus mendukung visi kemandirian ekonomi nasional yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto.
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
- Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN
Harga Sawit
TBS Sawit
Sawit Sambas
Apkasindo
Petani Sawit
Kalbar
CPO
EKONOMI DESA
Prabowo Subianto
Sawit Anjlok
| PLN Tumbuhkan Kembali Optimisme Petani Hebat, Jeruk Sejiram Berdaya Saing |
|
|---|
| Kontes Arwana Internasional 2026 di Pontianak Diikuti 11 Negara, Arwana Kalbar Diburu China |
|
|---|
| Pemprov Kalbar Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Kejar Target UCJ 45,58 Persen di 2026 |
|
|---|
| Harga TBS Turun Drastis, APKASINDO Sambas Sebut Rata-rata Rp 2500 Per Kilogram |
|
|---|
| Dandim 1206 Putussibau Hadiri Gawai Dayak 2026 di Kapuas Hulu, Ajak Lestarikan Budaya Leluhur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Penampakan-Buah-Sawit-di-perkebunan-kelapa-sawit-di-Kalbar-beberapa-waktu-lalu.jpg)