Menuntut Ilmu ke Negeri Cina Demi Membangun Kayong Utara
Sebuah pesan penutup yang sarat akan nilai humanis disampaikan oleh Kadisnakertrans sebagai bekal moral spiritual bagi para peserta yang mungkin...
Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 89 pemuda terbaik, 14 di antaranya adalah putra-putri asli Kayong Utara, bersiap melangkah jauh.
- Para pemuda yang telah menjadi bagian dari PT Dharma Inti Bersama, ini bukan hendak pergi untuk sekadar melancong, melainkan melintasi samudra menuju Holingol, Cina.
- Dan tiga bulan dari sekarang, mereka berjanji akan pulang, membawa warna baru bagi kemajuan industri Kabupaten Kayong Utara dan Kalimantan Barat.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Di sudut Bandara Supadio, mata seorang ibu tampak berkaca-kaca saat memandangi buah hatinya.
Di pundak pemuda-pemudi yang berdiri tegak hari itu, ada bungkusan doa, harapan besar keluarga, dan masa depan daerah.
Sebanyak 89 pemuda terbaik, 14 di antaranya adalah putra-putri asli Kayong Utara, bersiap melangkah jauh.
Para pemuda yang telah menjadi bagian dari PT Dharma Inti Bersama, ini bukan hendak pergi untuk sekadar melancong, melainkan melintasi samudra menuju Holingol, Cina.
Misinya belajar teknologi pengolahan aluminium demi menghidupkan mimpi industri di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), di Kabupaten Kayong Utara, tanah kelahiran mereka.
Bagi pemuda daerah, kesempatan ini laksana sebuah oase di tengah ketatnya persaingan mencari kerja masa kini.
Jalan menuju hari pemberangkatan ini tidaklah instan karena menuntut ketekunan yang diuji selama berbulan-bulan.
Bagi Yusril Damara, seorang alumnus Politeknik Negeri Pontianak, hari pemberangkatan ini adalah puncak dari keteguhan hati.
Empat bulan lamanya ia memeras otak mempelajari karakter Bahasa Mandarin yang asing lewat program kolaborasi Universitas Tanjungpura dan Sekolah Tinggi Bahasa Harapan Bersama.
"Saya tentu sangat senang sekali. Perjuangan dan usaha saya selama empat bulan ini akhirnya terbayarkan," ungkapnya.
Bagi Yusril, motivasinya sangat sederhana namun mendalam: ia ingin melihat tanah kelahirannya sejajar dengan daerah maju lainnya.
"Saya ingin membangun daerah asal saya, Kayong Utara. Saya berharap daerah kita bisa semakin maju dengan adanya keberadaan smelter ini," tekadnya.
Cerita lain datang dari Zainir Oktaviani, seorang sarjana Fisika Murni dari Fakultas MIPA.
Sebagai anak pertama di keluarganya, Zainir memikul beban moral yang berbeda. Ia sadar, langkah kakinya ke atas pesawat menuju Cina akan memotivasi adik-adiknya di rumah.
"Saya ingin menjadi inspirasi bagi adik-adik saya karena saya anak pertama. Dukungan penuh dari orang tua sejak kecil hingga sekarang adalah kekuatan terbesar saya," kata Zainir menjabarkan alasannya bertahan dalam ketatnya seleksi.
| Kapal Rute Teluk Batang–Rasau Tidak Berlayar, Faktor Harga BBM Naik |
|
|---|
| DPD Juleha Pontianak Gelar Pelatihan dan Syiar Juru Sembelih Halal di Masjid Al-Ikhlas |
|
|---|
| Tokoh Desa Nipah Kuning Dukung Penundaan Pilkades, Siap Jaga Kamtibmas |
|
|---|
| Bupati Kayong Utara Romi Wijaya: KDKMP Wujud Nyata Pemerataan Kesejahteraan Masyarakat Desa |
|
|---|
| Daftar Lengkap Nomor Darurat Kayong Utara Terbaru: Polisi, RSUD hingga Damkar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Sebanyak-89-peserta-Operations-Development-Program-ODP-PT-DIB.jpg)