Breaking News

Menuntut Ilmu ke Negeri Cina Demi Membangun Kayong Utara 

Sebuah pesan penutup yang sarat akan nilai humanis disampaikan oleh Kadisnakertrans sebagai bekal moral spiritual bagi para peserta yang mungkin...

Tayang:
Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
TRIBUN PONTIANAK/ISTIMEWA
PELATIHAN - Sebanyak 89 peserta Operations Development Program (ODP) PT DIB untuk pelatihan teknis ke Cina, Kamis (14/5/2026). Diantaranya 14 Peserta berasal dari Kabupaten Kayong Utara berangkat ke Cina untuk mengikuti pelatihan teknologi pengolahan aluminium selama tiga bulan. 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 89 pemuda terbaik, 14 di antaranya adalah putra-putri asli Kayong Utara, bersiap melangkah jauh.
  • Para pemuda yang telah menjadi bagian dari PT Dharma Inti Bersama, ini bukan hendak pergi untuk sekadar melancong, melainkan melintasi samudra menuju Holingol, Cina
  • Dan tiga bulan dari sekarang, mereka berjanji akan pulang, membawa warna baru bagi kemajuan industri Kabupaten Kayong Utara dan Kalimantan Barat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Di sudut Bandara Supadio, mata seorang ibu tampak berkaca-kaca saat memandangi buah hatinya. 

Di pundak pemuda-pemudi yang berdiri tegak hari itu, ada bungkusan doa, harapan besar keluarga, dan masa depan daerah.

Sebanyak 89 pemuda terbaik, 14 di antaranya adalah putra-putri asli Kayong Utara, bersiap melangkah jauh.

PELATIHAN - Pemberangkatan peserta Operations Development Program (ODP) PT Dharma Inti Bersama (DIB) untuk pelatihan teknis ke Cina, Kamis (14/5/2026). Pengiriman instruktur dan teknisi lokal ini merupakan investasi jangka panjang perusahaan demi melahirkan SDM daerah yang kompeten.
PELATIHAN - Pemberangkatan peserta Operations Development Program (ODP) PT Dharma Inti Bersama (DIB) untuk pelatihan teknis ke Cina, Kamis (14/5/2026). Pengiriman instruktur dan teknisi lokal ini merupakan investasi jangka panjang perusahaan demi melahirkan SDM daerah yang kompeten. (TRIBUN PONTIANAK/ISTIMEWA)

Para pemuda yang telah menjadi bagian dari PT Dharma Inti Bersama, ini bukan hendak pergi untuk sekadar melancong, melainkan melintasi samudra menuju Holingol, Cina

Misinya belajar teknologi pengolahan aluminium demi menghidupkan mimpi industri di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), di Kabupaten Kayong Utara, tanah kelahiran mereka. 

Bagi pemuda daerah, kesempatan ini laksana sebuah oase di tengah ketatnya persaingan mencari kerja masa kini.

Jalan menuju hari pemberangkatan ini tidaklah instan karena menuntut ketekunan yang diuji selama berbulan-bulan.

Bagi Yusril Damara, seorang alumnus Politeknik Negeri Pontianak, hari pemberangkatan ini adalah puncak dari keteguhan hati.

Empat bulan lamanya ia memeras otak mempelajari karakter Bahasa Mandarin yang asing lewat program kolaborasi Universitas Tanjungpura dan Sekolah Tinggi Bahasa Harapan Bersama. 

"Saya tentu sangat senang sekali. Perjuangan dan usaha saya selama empat bulan ini akhirnya terbayarkan," ungkapnya.

PELATIHAN - Pemberangkatan peserta Operations Development Program (ODP) PT DIB untuk pelatihan teknis ke Cina, Kamis (14/5/2026). Program ini mendapat apresiasi besar dari anggota DPD RI Daud Yordan dan Wakil Ketua Komisi 5 DPRD Kalbar Yuliani, serta Kadis Tenaga Kerja Kayong Utara A Azahari.
PELATIHAN - Pemberangkatan peserta Operations Development Program (ODP) PT DIB untuk pelatihan teknis ke Cina, Kamis (14/5/2026). Program ini mendapat apresiasi besar dari anggota DPD RI Daud Yordan dan Wakil Ketua Komisi 5 DPRD Kalbar Yuliani, serta Kadis Tenaga Kerja Kayong Utara A Azahari. (TRIBUN PONTIANAK/ISTIMEWA)

Bagi Yusril, motivasinya sangat sederhana namun mendalam: ia ingin melihat tanah kelahirannya sejajar dengan daerah maju lainnya. 

"Saya ingin membangun daerah asal saya, Kayong Utara. Saya berharap daerah kita bisa semakin maju dengan adanya keberadaan smelter ini," tekadnya.

Cerita lain datang dari Zainir Oktaviani, seorang sarjana Fisika Murni dari Fakultas MIPA.

Sebagai anak pertama di keluarganya, Zainir memikul beban moral yang berbeda. Ia sadar, langkah kakinya ke atas pesawat menuju Cina akan memotivasi adik-adiknya di rumah. 

"Saya ingin menjadi inspirasi bagi adik-adik saya karena saya anak pertama. Dukungan penuh dari orang tua sejak kecil hingga sekarang adalah kekuatan terbesar saya," kata Zainir menjabarkan alasannya bertahan dalam ketatnya seleksi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved