Menuntut Ilmu ke Negeri Cina Demi Membangun Kayong Utara
Sebuah pesan penutup yang sarat akan nilai humanis disampaikan oleh Kadisnakertrans sebagai bekal moral spiritual bagi para peserta yang mungkin...
Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
Bagi Zainir, impiannya tidak muluk-muluk. Ia ingin sekembalinya dari Cina nanti, ia bisa membuktikan bahwa anak daerah mampu memegang kendali atas industri besar di kampung halaman sendiri.
"Saya ingin menjadikan Kayong Utara lebih maju, berkembang pesat, hingga suatu saat nanti bisa menjadi kota yang maju seperti Pontianak ini," harapnya.
Perwakilan manajemen PT Dharma Inti Bersama (DIB), Rasnius Pasaribu, dalam sambutannya menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud investasi jangka panjang perusahaan untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal yang kompeten.
“Teknologi yang dipelajari para peserta di Cina nantinya akan diterapkan secara langsung dalam operasional industri hilirisasi aluminium di KIPP,” katanya.
Perjalanan melintasi benua ini mengingatkan banyak pihak pada petuah kuno yang abadi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kayong Utara, A. Azahari, saat membacakan sambutan, menyitir sebuah hadis yang sangat kontekstual.
"Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina. Mengapa harus Cina? Secara historis, di sanalah peradaban Lembah Sungai Kuning menjadi salah satu pusat ilmu pengetahuan tertua di dunia," ujar Azahari di hadapan para peserta.
Azahari menitipkan pesan esensial tentang pentingnya pembangunan karakter.
"Cina itu etos kerjanya tinggi, disiplinnya luar biasa, dan mereka tetap mengedepankan adab serta sopan santun. Hal-hal positif itulah yang harus anak-anak kita serap di sana."
Pesan senada juga dilontarkan oleh sang pahlawan olahraga sekaligus Anggota DPD RI perwakilan Kalbar, Daud Yordan.
Daud memandang program Operations Development Program hasil inisiasi PT Dharma Inti Bersama (DIB) ini sebagai peluang emas.
"Hari ini, jujur saja, mencari pekerjaan secara itu sulit. Tapi adik-adik ini luar biasa, pulang dari sana informasinya akan langsung dipekerjakan sesuai keahlian masing-masing. Ini kesempatan yang tidak datang dua kali," tutur Daud hangat.
Menariknya, Daud yang juga putra daerah setempat berseloroh bahwa banyak dari peserta adalah tetangga dekatnya sendiri di kampung halaman. Sembari tersenyum, ia menyelipkan sebuah pesan.
"Menuntut ilmu boleh setinggi-tingginya, ambil ilmunya sebanyak-banyaknya. Tugas kalian adalah kembali dan membangun daerah kita, Kalimantan Barat," tegas Daud Yordan diiringi tepuk tangan haru.
Pelepasan di Bandara Supadio hari itu ditutup dengan suasana sentimental.
| Kapal Rute Teluk Batang–Rasau Tidak Berlayar, Faktor Harga BBM Naik |
|
|---|
| DPD Juleha Pontianak Gelar Pelatihan dan Syiar Juru Sembelih Halal di Masjid Al-Ikhlas |
|
|---|
| Tokoh Desa Nipah Kuning Dukung Penundaan Pilkades, Siap Jaga Kamtibmas |
|
|---|
| Bupati Kayong Utara Romi Wijaya: KDKMP Wujud Nyata Pemerataan Kesejahteraan Masyarakat Desa |
|
|---|
| Daftar Lengkap Nomor Darurat Kayong Utara Terbaru: Polisi, RSUD hingga Damkar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Sebanyak-89-peserta-Operations-Development-Program-ODP-PT-DIB.jpg)