Pemkab Kayong Utara Peringati Hari Lahir Pancasila 2 Juni 2026 Laksanakan Upacara di Aula Pendopo

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, dan diikuti oleh jajaran pemerintah daerah serta sejumlah tamu undangan.

Tayang:
Penulis: Faisal Ilham Muzaqi | Editor: Syahroni
TRIBUN PONTIANAK/ISTIMEWA
HARI LAHIR PANCASILA - Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Aula Pendopo Bupati Kayong Utara, Kecamatan Sukadana, Selasa 2 Juni 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Bupati Kayong Utara Romi Wijaya mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) dan pedoman dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah perkembangan ekonomi, teknologi, dan perubahan zaman.
  • Romi menegaskan pentingnya menjaga persatuan serta menolak intoleransi dan radikalisme.
  • Ia juga menekankan bahwa setiap kebijakan pemerintah harus berlandaskan keadilan sosial agar manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA – Pemerintah Kabupaten Kayong Utara memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 melalui upacara yang digelar di Aula Pendopo Bupati Kayong Utara, Kecamatan Sukadana, Selasa 2 Juni 2026.

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, dan diikuti oleh jajaran pemerintah daerah serta sejumlah tamu undangan.

Dalam kesempatan itu, Romi Wijaya membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang menekankan pentingnya menjaga relevansi nilai-nilai Pancasila di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.

Baca juga: Pemkab Ketapang Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Semangat Persatuan Bangsa

Menurut Romi, Pancasila tidak boleh hanya dipandang sebagai dasar negara atau sekadar simbol kebangsaan.

Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi landasan dalam setiap kebijakan pembangunan.

"Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. Karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup atau living ideology," ujarnya.

Romi menegaskan, pembangunan yang dijalankan pemerintah harus berlandaskan prinsip keadilan sosial agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Baca juga: Ria Norsan Ajak Masyarakat Hidupkan Nilai Pancasila Menuju Indonesia Emas 2045

Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap kebijakan publik mampu memenuhi rasa keadilan masyarakat, menjamin hak-hak warga negara, serta tidak meninggalkan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian.

"Kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan masyarakat, menjamin hak-hak warga hingga ke lapisan paling bawah, serta tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan," katanya.

Selain pembangunan, Romi juga menyoroti tantangan kebangsaan yang dihadapi Indonesia saat ini, terutama dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat yang dimiliki bangsa Indonesia.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menolak segala bentuk intoleransi dan paham radikal yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

"Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan"

"Pancasila harus menjadi perekat yang menyatukan keberagaman dan memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat," tegasnya.

Pada peringatan Hari Lahir Pancasila tersebut, Romi juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum ini sebagai pengingat untuk terus menjaga semangat persatuan, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus terus hidup dan menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, termasuk perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga dinamika global yang terus berkembang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved