Keluhan Jalan Pedesaan di Landak Menguat, Karolin Pastikan Perbaikan Berlanjut Bertahap
Keluhan warga di media sosial mengenai kondisi jalan rusak di sejumlah Desa dan Kecamatan di Kabupaten Landak terus bermunculan
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa mengatakan pemerintah daerah memahami keresahan masyarakat, terutama di wilayah pedalaman yang masih menghadapi keterbatasan akses jalan layak.
- Ia menegaskan perbaikan tetap dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Keluhan warga di media sosial mengenai kondisi jalan rusak di sejumlah Desa dan Kecamatan di Kabupaten Landak terus bermunculan dalam beberapa waktu terakhir.
Pemerintah Kabupaten Landak menilai kritik tersebut sebagai cerminan kebutuhan riil masyarakat terhadap infrastruktur dasar, khususnya jalan yang menjadi akses utama aktivitas sehari-hari warga pedesaan.
Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa mengatakan pemerintah daerah memahami keresahan masyarakat, terutama di wilayah pedalaman yang masih menghadapi keterbatasan akses jalan layak.
Ia menegaskan perbaikan tetap dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
“Kami memahami keluhan masyarakat tentang kondisi jalan di desa dan kecamatan. Itu menjadi perhatian pemerintah daerah, dan perbaikan tetap kita lakukan secara bertahap,” ujar Karolin pada Kamis 26 Februari 2026.
Data Dinas PUPRPERA Kabupaten Landak menunjukkan panjang ruas jalan kabupaten mencapai 984,54 kilometer.
Pada 2025, pembangunan dan peningkatan jalan dilakukan sekitar 8,086 kilometer serta rekonstruksi 8,660 kilometer, disertai rehabilitasi 0,232 kilometer.
Namun luasnya jaringan jalan yang harus ditangani membuat perbaikan belum merata. Tingkat kemantapan jalan kabupaten pada 2025 tercatat 33,15 persen atau sekitar 326,39 kilometer dalam kondisi baik dan sedang, turun dibanding 2024 sebesar 59,22 persen.
Penurunan dipengaruhi keterbatasan anggaran serta penanganan yang tersebar hingga jalan desa dan non-status.
Karolin menjelaskan kondisi tersebut tidak terlepas dari kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada ruang fiskal daerah, termasuk sektor infrastruktur.
Menurut dia, pemerintah daerah harus melakukan prioritas ketat agar layanan dasar tetap berjalan.
Baca juga: Satresnarkoba Polres Landak Amankan Terduga Pemilik Sabu di Ngabang
“Dengan kondisi fiskal yang terbatas dan adanya kebijakan efisiensi, kita harus memprioritaskan penanganan ruas jalan yang paling berdampak bagi masyarakat,” terangnya.
Sejumlah komentar warga di media sosial pemerintah daerah maupun akun kepala daerah kerap menyoroti jalan rusak di wilayah pedesaan dan kecamatan.
Keluhan umumnya terkait jalan tanah yang rusak saat musim hujan, akses antar-desa yang sulit dilalui kendaraan, hingga lamanya waktu tempuh menuju pusat kecamatan.
Karolin menilai aspirasi tersebut penting karena menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas wilayah.
| Detik-detik Kebakaran Lahan di Kedamin Hulu: Dekat Tiang Listrik dan Gudang Gas, Warga Ketakutan |
|
|---|
| Pascalebaran, Harga Minyak Goreng Tembus Rp25 Ribu per Liter |
|
|---|
| Harga Minyak Goreng Naik, Warung Nasi Jalang Akui Margin Keuntungan Menipis |
|
|---|
| Tangkal Perdagangan Ilegal dan Zoonosis, Karantina Kalbar Gelar Workshop Multipihak di PLBN Aruk |
|
|---|
| DPRD Pontianak Percepat Pembangunan Jalan, Fokus Urai Kemacetan di Pontianak Timur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Bupati-Landak-dr-Karolin-Margret-Natasa-saat-me.jpg)