Setahun Karolin–Erani: Anggaran Tertekan, Layanan Dasar Diselamatkan

Memastikan sektor kesehatan, perlindungan sosial, dan stabilitas pangan tetap terjaga, sembari melakukan pembangunan infrastruktur secara bertahap.

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
SETAHUN KEPEMIMPINAN - Bupati Landak Karolin Margret Natasa dan Wakil Bupati Landak Erani. Satu tahun pertama kepemimpinan Karolin–Erani menunjukkan pola pembangunan yang bertumpu pada penguatan layanan dasar masyarakat. 

Langkah lain yang ditempuh adalah membuka jalur reaktivasi bagi pasien dengan penyakit katastropik melalui mekanisme usulan berjenjang. 

Kebijakan ini dimaksudkan untuk mencegah warga rentan terputus dari layanan kesehatan selama masa penertiban data nasional.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa penataan data memang penting agar bantuan tepat sasaran, namun aspek kemanusiaan tetap harus menjadi pertimbangan utama.

Gerakan Pangan Murah

Di sektor ekonomi rakyat, program Gerakan Pangan Murah (GPM) menjadi salah satu intervensi yang paling konsisten dilakukan sepanjang tahun pertama.

Kegiatan ini digelar di sejumlah kecamatan dengan melibatkan Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). 

Komoditas yang dijual umumnya meliputi beras SPHP, gula pasir, minyak goreng, telur hingga gas elpiji 3 kilogram.

Harga yang dipatok berada di bawah harga pasar sehingga membantu menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan.

“Kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, terutama saat momentum hari besar,” ujar Karolin.

Efektivitas program ini turut tercermin dari capaian Kabupaten Landak yang meraih Juara II TPID Kabupaten/Kota Berprestasi kawasan Kalimantan.

Infrastruktur Bergerak Bertahap

Di tengah berbagai capaian layanan dasar, sektor infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah besar. 

Aspirasi masyarakat terhadap peningkatan jalan kabupaten terus menguat, terutama di wilayah pedalaman yang menjadi sentra pertanian.

Data Dinas PUPR Kabupaten Landak menunjukkan pembangunan jalan tetap berjalan melalui skema peningkatan, rehabilitasi, dan pemeliharaan berkala.

Namun, pemerintah daerah secara terbuka mengakui percepatan pembangunan belum dapat dilakukan maksimal.

“Kami memahami harapan masyarakat terhadap perbaikan jalan. Pemerintah daerah akan terus bekerja secara bertahap sesuai kemampuan fiskal yang tersedia,” kata Karolin.

Pendekatan ini dipilih untuk menjaga kondisi jalan tetap fungsional sambil menunggu kapasitas fiskal yang lebih longgar.

Menatap Tahun Kedua

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved