Setahun Karolin–Erani: Anggaran Tertekan, Layanan Dasar Diselamatkan

Memastikan sektor kesehatan, perlindungan sosial, dan stabilitas pangan tetap terjaga, sembari melakukan pembangunan infrastruktur secara bertahap.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
SETAHUN KEPEMIMPINAN - Bupati Landak Karolin Margret Natasa dan Wakil Bupati Landak Erani. Satu tahun pertama kepemimpinan Karolin–Erani menunjukkan pola pembangunan yang bertumpu pada penguatan layanan dasar masyarakat. 

Ringkasan Berita:
  • Dengan luas wilayah sekitar 9.909 kilometer persegi dan penduduk lebih dari 400 ribu jiwa, kebutuhan layanan publik di Landak terus meningkat. 
  • Namun, kapasitas fiskal daerah yang terbatas membuat pemerintah harus menyusun skala prioritas yang ketat sepanjang tahun pertama pemerintahan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Satu tahun pertama kepemimpinan Karolin–Erani menunjukkan pola pembangunan yang bertumpu pada penguatan layanan dasar masyarakat. 

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang mempersempit ruang fiskal daerah, Pemerintah Kabupaten Landak memilih strategi konsolidasi.

Memastikan sektor kesehatan, perlindungan sosial, dan stabilitas pangan tetap terjaga, sembari melakukan pembangunan infrastruktur secara bertahap.

Dengan luas wilayah sekitar 9.909 kilometer persegi dan penduduk lebih dari 400 ribu jiwa, kebutuhan layanan publik di Landak terus meningkat. 

Fakta Tentang Air Terjun Terinting Desa Sempatung Lawek, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak

Namun, kapasitas fiskal daerah yang terbatas membuat pemerintah harus menyusun skala prioritas yang ketat sepanjang tahun pertama pemerintahan.

Karolin menegaskan, tahun pertama difokuskan untuk memperkuat fondasi layanan masyarakat.

“Kami menyadari ruang fiskal daerah tidak longgar. Karena itu, kami memilih memastikan layanan dasar masyarakat tetap berjalan optimal sebagai prioritas utama,” ujar Karolin di Ngabang pada Minggu 22 Februari 2026.

Penguatan Layanan Kesehatan Rujukan

Salah satu capaian paling menonjol berada di sektor kesehatan. Pemerintah daerah meresmikan layanan hemodialisa di RSUD Landak, sebuah langkah yang telah lama ditunggu masyarakat.

Sebelum layanan ini tersedia, pasien gagal ginjal kronis dari berbagai kecamatan di Landak harus menjalani terapi rutin ke Pontianak. 

Jarak tempuh yang panjang tidak hanya menambah biaya transportasi keluarga pasien, tetapi juga meningkatkan risiko medis akibat keterlambatan terapi.

Dengan operasional unit hemodialisa di RSUD, pasien kini dapat menjalani perawatan lebih dekat dari tempat tinggal. 

Pemerintah daerah menilai kehadiran layanan ini sebagai salah satu indikator peningkatan kualitas layanan kesehatan rujukan di kabupaten.

“Kehadiran layanan hemodialisa ini adalah komitmen kami agar masyarakat Landak tidak lagi terbebani perjalanan jauh untuk mendapatkan terapi rutin,” kata Karolin.

Penguatan sektor kesehatan juga dilakukan melalui operasional Rumah Pemulihan Gizi di Ngabang. 

Fasilitas ini dirancang sebagai pusat intervensi intensif bagi balita dengan gizi kurang dan gizi buruk yang tidak menunjukkan perbaikan melalui layanan puskesmas.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved