Kubu Raya Dalam Data

Tradisi Sambut Ramadhan di Kampung-Kampung Dibalut Gotong Royong dan Kebersamaan

Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah ini, umat Islam melaksanakan sejumlah kegiatan berkaitan dengan penyambutan dengan meriah

Penulis: Madrosid | Editor: Madrosid
TRIBUN PONTIANAK/Madrosid
PASANG LAMPU - Pemasangan lampu jalan oleh warga kubu raya sebagai tradisi tahunan sambut Ramadhan 2026. Seluruh warga antusias melaksanakan pemasangan secara gotong royong dan bersama-sama untuk memeriahkan Ramadhan 1447 Hijriyah. 

Ringkasan Berita:
  • Suasana kebersamaan mulai terasa terutama bagi warga masyarakat di kampung-kampung.
  • Tradisi sambut Ramadhan di Kampung-Kampung dibalut gotong royong dan kebersamaan benar-benar tercermin dari semangat warga yang bahu-membahu mempersiapkan lingkungan mereka.
  • Satu tradisinya yang masih terjaga dan kental hingga kini adalah memasang lampu penerangan di sepanjang jalan kampung.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah ini, umat Islam melaksanakan sejumlah kegiatan berkaitan dengan penyambutan dengan meriah.

Suasana kebersamaan mulai terasa terutama bagi warga masyarakat di kampung-kampung.

Tradisi sambut Ramadhan di Kampung-Kampung dibalut gotong royong dan kebersamaan benar-benar tercermin dari semangat warga yang bahu-membahu mempersiapkan lingkungan mereka.

Satu tradisinya yang masih terjaga dan kental hingga kini adalah memasang lampu penerangan di sepanjang jalan kampung.

Beragam cara pemasangan lampu hias jalan tersebut, kelap kelip dengan berbentuk gerbang atau sekedar hiasan di samping jalanan.

Warga secara sukarela urunan untuk membeli lampu dan perlengkapannya.

Baca juga: Imlek 2557, Ini Ucapan dan Pesan Bupati Kubu Raya Sujiwo

Tidak hanya itu, proses pemasangannya pun dilakukan bersama-sama, mulai dari memasang tiang tambahan, menarik kabel, hingga memastikan lampu menyala dengan baik.

Penerangan jalan ini bukan sekadar memperindah suasana, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas pada malam hari.

Terutama saat menjalankan ibadah tarawih dan sahur selama Ramadhan.

Jalan yang terang membuat anak-anak, orang tua, hingga jamaah masjid lebih leluasa beraktivitas dan membuat suasana semakin semarak di Bulan Suci Ramadhan.

Tradisi ini juga menjadi momen mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Canda dan tawa menghiasi proses pemasangan lampu, mencerminkan nilai gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat.

Ramadhan pun disambut tidak hanya dengan persiapan spiritual, tetapi juga dengan kebersamaan yang hangat di lingkungan kampung.

Seperti yang dilakukan warga Desa Kuala Dua di Parit Keramat RT/RW 012 / 001, tiap tahunnya mereka memasang lampu jalan.

Bahkan mereka melakukan urunan, untuk membeli seluruh perlengkapan lampu dan memasangnya secara bersama.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved