Berlangsung Interaktif, Talks Show 100 Tahun Paroki Katedral Hadirkan Berbagai Narasumber 

Panitia 100 Tahun Paroki Katedral Sanggau melaksanakan talks show perayaan puncak 100 tahun Paroki Katedral Hati Kudus Yesus (HKY)  Sanggau

Tayang:
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Hendri Chornelius
TALK SHOW - Uskup Keuskupan Sanggau Mgr Valentinus Saeng CP, Anggota Komisi IV DPR RI Paolus Hadi, Bupati Sanggau Yohanes Ontot, Wabup Susana Herpena, Pastor Pritz serta peserta talks show saat foto bersama di Mega Tenda Keuskupan Sanggau, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis 8 Januari 2026.  

Ringkasan Berita:
  • Peringatan 100 tahun Paroki juga dirangkai dengan natal dan tahun bersama Uskup, Rohaniawan, Biarawan/Biarawati, dan umat Keuskupan Sanggau.
  • Talks show menghadirkan narasumber diantaranya, Anggota Komisi IV DPR RI Paolus Hadi, Bupati Sanggau Yohanes Ontot, Wabup Sanggau Susana Herpena, Uskup Keuskupan Sanggau Mgr Valentinus Saeng CP dan Pastor Fritz. Sedangkan peserta talks show dari berbagai stakeholder yang ada di Kabupaten Sanggau

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Panitia 100 Tahun Paroki Katedral Sanggau melaksanakan talks show perayaan puncak 100 tahun Paroki Katedral Hati Kudus Yesus (HKY)  Sanggau "100 tahun penziarahan, hidup, berkembang dan berkarya tak berkesudahan" di Mega Tenda Keuskupan Sanggau, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis 8 Januari 2026. 

Peringatan 100 tahun Paroki juga dirangkai dengan natal dan tahun bersama Uskup, Rohaniawan, Biarawan/Biarawati, dan umat Keuskupan Sanggau.

Talks show menghadirkan narasumber diantaranya, Anggota Komisi IV DPR RI Paolus Hadi, Bupati Sanggau Yohanes Ontot, Wabup Sanggau Susana Herpena, Uskup Keuskupan Sanggau Mgr Valentinus Saeng CP dan Pastor Fritz. Sedangkan peserta talks show dari berbagai stakeholder yang ada di Kabupaten Sanggau

Talks Show berlangsung interaktif, dimana peserta juga diberi kesempatan untuk bertanya kepada narasumber. Hingga acara selesai kegiatan berlangsung aman dan tertib. 

Uskup Keuskupan Sanggau Mgr Valentinus Saeng CP menyampaikan bahwa pesta 100 tahun Sanggau pusat misi, sebenarnya bukan hanya pesta untuk Paroki Katedral. Tapi pesta umat katolik Keuskupan Sanggau.

"Mengapa demikian, karena dengan penetapan Sanggau sebagai pusat misi, itu adalah berkat dan Rahmat Tuhan untuk masyarakat kita di Kabupaten Sanggau. Terutama mereka yang menanggapi, sehingga dengan berkat dan Rahmat Tuhan itu, kita kemudian menjadi katolik. Jadi ini sesungguhnya pesta umat katolik dari berbagai macam suku bangsa dan kalangan. Ini hal pertama yang  perlu ditegaskan,"kata Mgr Valentinus Saeng CP.

Lalu yang kedua, pesta 100 tahun ini juga menjadi moment untuk mengenang sejarah perjuangan para misionaris. "Karena itu saya punya semboyan, karena para misionaris lah maka kita ada seperti begini.

Ada sekolah katolik, ada klinik, ada asrama dan lain sebagainya. Ini sekaligus menjadi motivasi bagi kita untuk terus melanjutkan karya yang telah mereka bangun,"jelasnya.

Baca juga: Pembangunan Drainase di Pasar Sentral dan Pasar Jarai Sanggau Dilanjutkan Secara Bertahap

Kemudian yang ketiga, pesta 100 tahun ini juga momen untuk mengingat kembali bahwa kehadiran gereja katolik bukan hanya pertama-tama untuk mewartakan Kristus Yesus, tetapi humanisasi manusia.

"Dia mendidik manusia menjadi manusia, lewat sekolah-sekolah. Dia berusaha agar kita bertumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang sehat lewat klinik-klinik, dia berusaha menjadi kita ini cerdas lewat dunia pendidikan,"ujarnya.

"Jadi dalam misi katolik itu ada sejarah pembebasan. Pembebasan dari keterbelakangan, dari kemiskinan. Karena itu dia tidak hanya mewartakan Injil, dia tidak hanya memperkenalkan Yesus Kristus, tapi dia memperkenalkan peradaban, memperkenalkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat dimana mereka berkarya. Oleh karena itu perayaan 100 tahun ini memang pantas kita kenang dengan meriah,"tambahnya.

Selanjutnya, terakhir perayaan 100 tahun ini juga sekaligus menjadi undangan bagi umat, karena para misionaris sudah lewat.

"Nah sekarang kita ini, pertanyaan apakah misi ini dilanjutkan atau misi ini berakhir dengan kita. Kalau misi ini harus kita lanjutkan, maka sekarang lah saatnya bagi umat Keuskupan Sanggau untuk melanjutkan karya keselamatan itu. Sehingga semakin dikenal dan semakin berbuah didalam keluarga maupun dalam kehidupan bersama,"ujarnya.

Maka panggilan menjadi garam dan terang dunia, menjadi sebuah panggilan yang melekat dalam setiap orang katolik.

Maka inilah saatnya untuk mewujudkannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved