Pergi Mencari Durian, Warga Santaban Sambas Dikabarkan Hilang, Tim SAR Lakukan Pencarian

Koordinator Pos SAR Sintete, Zulhijah, menjelaskan bahwa pengecekan lanjutan dilakukan pada Minggu, 21 Desember 2025, namun korban

Tayang:
Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
PENCARIAN ORANG HILANG - Sejumlah personel Pos SAR Sintete menerobos banjir merendam jalan kebun di Dusun Senipahan, Desa Santaban, Kecamatan Sajingan Besar, untuk mencari keberadaan Toni, warga yang dilaporkan hilang, Kamis 1 Januari 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Toni dilaporkan hilang setelah pergi ke kebun durian miliknya dan tidak kunjung pulang ke rumah. Korban hilang diketahui pergi ke kebun durian sejak 13 Desember 2025 lalu.
  • Laporan korban Toni yang hilang itu, diinformasikan pertama kali oleh sang istri kepada pihak berwenang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Pria bernama Toni (65), warga Dusun Senipahan, Desa Santaban, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas Kalimantan Barat dilaporkan menghilang, Kamis 1 Januari 2025.

Toni dilaporkan hilang setelah pergi ke kebun durian miliknya dan tidak kunjung pulang ke rumah. Korban hilang diketahui pergi ke kebun durian sejak 13 Desember 2025 lalu.

Hingga kini petugas Pos SAR Sintete dan unsur gabungan lainnya masih melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kebun.

Laporan korban Toni yang hilang itu, diinformasikan pertama kali oleh sang istri kepada pihak berwenang. 

Korban terakhir kali diketahui berada di pondok kebun pada Sabtu, 13 Desember 2025 sekitar pukul 13.00 WIB.

Namun saat dilakukan pengecekan kembali beberapa hari kemudian, korban sudah tidak berada di lokasi tersebut.

Potensi Gelombang Tinggi Capai 2 Meter, BPBD Sambas Imbau Nelayan Sambas Waspada

Koordinator Pos SAR Sintete, Zulhijah, menjelaskan bahwa pengecekan lanjutan dilakukan pada Minggu, 21 Desember 2025, namun korban tidak ditemukan di pondok kebun tempatnya biasa beraktivitas.

“Saat dilakukan pengecekan kembali pada Minggu, 21 Desember 2025, korban sudah tidak ditemukan di pondok kebun,".ungkap Zulhijah.

Zulhijah menerangkan, inisiatif dari pihak keluarga mencari bersama warga setempat, pada 26 Desember 2025 dan dilaporkan ke Kepala Desa Santaban dua hari berikutnya.

"Keluarga melaporkan ke Kepala Desa Santaban dan pada tanggal 28 Desember 2025 keluarga membuat laporan di Polsek Sajingan Besar,” jelasnya.

Zulhijah menambahkan, saat dilakukan pengecekan di lokasi, keluarga menemukan bekas makanan berupa lauk pauk dan nasi yang telah basi serta berjamur.

"Kondisi tersebut mengindikasikan pondok telah lama ditinggalkan oleh korban," katanya.

Merasa khawatir, pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Tedy, selaku Kepala Desa Santaban. Sebelum akhirnya diteruskan ke Tim SAR untuk meminta bantuan pencarian. 

"Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh keluarga bersama masyarakat setempat, namun belum membuahkan hasil," kata Zulhijah.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Pontianak pada Kamis 1 Januari 2025 pukul 06.02 WIB memberangkatkan satu tim rescue dari Pos SAR Sintete menuju lokasi kejadian.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved