Harga Sembako dan BBM Naik, Pemilik Rumah Makan di Sekadau Akali dengan Kurangi Porsi

Kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako) serta bahan bakar minyak (BBM) mulai dirasakan para pelaku usaha rumah makan di Kabupaten Sekadau.

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Chris Hamonangan Pery Pardede
HARGA SEMBAKO - Rumah Makan Sederhana di Jalan Kapuas, Kecamatan Sekadau Hilir, tetap mempertahankan harga makanan di tengah naiknya harga sembako dan BBM dengan cara mengurangi sedikit porsi sajian. Pemilik rumah makan mengaku langkah tersebut dilakukan agar pelanggan tetap mampu membeli makanan di tengah kondisi ekonomi saat ini. 

Ringkasan Berita:
  • Ia mengatakan gejolak kenaikan harga bahan pokok membuat pengelola rumah makan harus mencari cara agar harga jual makanan tetap terjangkau bagi masyarakat.
  • Menurutnya, strategi yang dilakukan saat ini adalah dengan mengurangi sedikit porsi makanan dibanding menaikkan harga jual secara langsung.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako) serta bahan bakar minyak (BBM) mulai dirasakan para pelaku usaha rumah makan di Kabupaten Sekadau.

Salah satunya diungkapkan Pemilik Rumah Makan Sederhana, Iik Rihiyat. 

Ia mengatakan gejolak kenaikan harga bahan pokok membuat pengelola rumah makan harus mencari cara agar harga jual makanan tetap terjangkau bagi masyarakat.

Menurutnya, strategi yang dilakukan saat ini adalah dengan mengurangi sedikit porsi makanan dibanding menaikkan harga jual secara langsung.

"Dengan naik gejolaknya sembako ini, minyak solar juga naik, otomatis kami pengelola rumah makan mau tidak mau harus mengikuti harga pasar. Jadi saya siasati dengan mengurangi sedikit porsinya atau ukurannya, supaya harga makanan tidak terlalu naik," ujarnya saat ditemui di Rumah Makan Sederhana, Jalan Kapuas, Kecamatan Sekadau Hilir, pada Jumat, 8 Mei 2026.

Iik mengaku dirinya juga mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat. 

Ia khawatir jika harga makanan dinaikkan terlalu tinggi, pelanggan justru akan berkurang.

Baca juga: Pamapta Polres Sekadau Bantu Evakuasi Warga yang Butuh Pertolongan Medis ke Rumah Sakit

"Sebisa mungkin jangan sampai harga terlalu naik karena kita juga mengukur ekonomi masyarakat. Ditakutkan pelanggan malah pergi nantinya," katanya.

Ia menyebut kenaikan harga bahan pokok sebenarnya sudah mulai terasa sejak sebelum Lebaran atau saat bulan Ramadan lalu. 

Namun kenaikannya berlangsung secara bertahap.

"Kenaikannya tidak langsung melonjak, tapi bertahap sejak bulan puasa kemarin," ungkapnya.

Adapun sejumlah bahan pokok yang mengalami kenaikan cukup terasa di antaranya ayam, daging, ikan hingga sayur-mayur.

Menurut Iik, pasokan ikan untuk rumah makannya sebagian besar berasal dari Mempawah dan Pontianak sehingga biaya distribusi ikut terdampak akibat naiknya BBM.

"Kalau ikan ini pemasokannya dari Mempawah dan Pontianak. Jadi ditambah biaya pengantaran saat BBM naik begini otomatis harganya ikut naik," jelasnya.

Tak hanya itu, harga sayur juga mengalami lonjakan cukup tinggi. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved