Program JKN Bantu Juherlina Tangani Gangguan Saraf Tangan

Program JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan menjadi salah satu dari sekian banyak bukti bahwa gotong royong bisa menjadi solusi bagi masalah...

Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
DOK BPJS SINGKAWANG
Juherlina (48), Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Aktivitas sehari-hari sebagai ibu rumah tangga memang tidak pernah ada habisnya. Hal ini dirasakan betul oleh Juherlina (48), warga Jl. Veteran, Kota Singkawang.

Selain mengurus rumah tangga, ia juga aktif sebagai kader posyandu di lingkungannya dan menjalankan usaha kecil berjualan pisang goreng dari rumah.

Rutinitas ini membuatnya banyak mengandalkan kekuatan fisik setiap hari, mulai dari menyiapkan dagangan, melayani pembeli, hingga mengurus pekerjaan rumah.

Namun, beberapa waktu lalu, Juherlina mulai merasakan keluhan yang membuat aktivitasnya terganggu.

Ia merasakan nyeri pada jari-jari tangan kiri yang kemudian menjalar hingga ke seluruh bagian tangan.

Seiring waktu, kekuatan otot di tangan kirinya pun semakin berkurang, sehingga sulit untuk mengangkat barang atau menggenggam dengan kuat.

Kondisi ini mengingatkannya pada pengalaman beberapa tahun lalu ketika tangan kanannya mengalami keluhan serupa.

Baca juga: Program JKN Jadi Penolong Keluarga Marlina Obati Penyakit Kelenjar Getah Bening

Setelah menjalani pengobatan, tangan kanannya memang sudah pulih, namun kini masalah yang sama kembali menyerangnya di sisi tangan yang berbeda.

“Menggoreng pisang, mengangkat panci besar, mengaduk adonan, itu semua pekerjaan yang biasa saya lakukan setiap hari. Dulu pernah sakit di tangan kanan, sekarang pindah ke tangan kiri. Rasanya nyut-nyutan sampai susah digerakkan. Kalau dipaksakan, malah makin sakit,” cerita Juherlina.

Tidak ingin kondisinya semakin parah, Juherlina segera memeriksakan diri ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat ia terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) atau tanggungan pemerintah.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal, dokter memberikan rujukan ke RS Santo Vincentius Singkawang agar ia mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Di rumah sakit, Juherlina diarahkan ke poli saraf untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Berdasarkan keterangan dokter, keluhan yang dialaminya kemungkinan besar disebabkan oleh gangguan pada saraf tangan. 

Aktivitas fisik yang berat dan faktor usia menjadi pemicu utama yang memperburuk kondisinya.

Dokter pun menyarankan serangkaian pemeriksaan dan pengobatan untuk memulihkan kekuatan otot serta mengurangi rasa nyeri.

Sebagai peserta PBI, seluruh biaya pemeriksaan dan pengobatan Juherlina ditanggung penuh oleh Program JKN.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved