Program JKN Bantu Juherlina Tangani Gangguan Saraf Tangan

Program JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan menjadi salah satu dari sekian banyak bukti bahwa gotong royong bisa menjadi solusi bagi masalah...

Tayang:
Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
DOK BPJS SINGKAWANG
Juherlina (48), Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 

Ia tidak perlu mengeluarkan biaya sama sekali mulai dari konsultasi, pemeriksaan penunjang, hingga tindakan medis yang diperlukan.

Baginya, hal ini sangat meringankan beban karena jika harus membayar secara mandiri, biaya pengobatan ke dokter spesialis saraf tentu tidak sedikit.

“Kalau saya harus bayar sendiri, mungkin akan saya tunda-tunda berobatnya. Tapi karena ada JKN, saya bisa langsung periksa tanpa mikir biaya. Semua sudah ditanggung, saya tinggal ikut arahan dokter. Itu yang bikin saya tenang,” ujar Juherlina.

Kini, ia rutin menjalani kontrol ke rumah sakit sesuai jadwal yang diberikan dokter.

Aktivitas memasak dan berjualan tetap ia jalani, namun dengan bantuan keluarga untuk pekerjaan yang membutuhkan tenaga ekstra. Ia juga berusaha mengikuti semua saran dokter, termasuk mengurangi beban kerja fisik agar proses pemulihannya lebih cepat.

“Anak-anak dan suami saya banyak membantu. Kalau saya lagi kontrol, mereka yang jaga dagangan. Kalau di rumah, mereka juga sering melarang saya angkat barang berat. Saya memang harus lebih menjaga diri sekarang, supaya tangan saya cepat pulih,” tambahnya.

Juherlina pun berharap program JKN terus ada dan semakin baik pelayanannya dari tahun ke tahun.

Menurutnya, manfaat program ini sangat nyata dirasakan oleh masyarakat, khususnya mereka yang tidak mampu membayar biaya pengobatan secara mandiri.

“Program ini luar biasa. Saya sudah merasakannya sendiri, mulai dari rujukan sampai pengobatan, semuanya lancar dan gratis. Kalau bisa, pelayanannya makin ditingkatkan supaya makin banyak orang terbantu. Terima kasih untuk semua yang sudah bergotong royong lewat JKN ini,” tutup Juherlina.

Program JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan menjadi salah satu dari sekian banyak bukti bahwa gotong royong bisa menjadi solusi bagi masalah kesehatan masyarakat.

Iuran dari seluruh peserta sehat digunakan untuk membiayai pelayanan peserta yang sedang sakit, sehingga tidak ada lagi yang takut berobat karena khawatir soal biaya.

Kisah Juherlina menjadi salah satu gambaran bagaimana perlindungan kesehatan dari JKN membantu masyarakat kembali beraktivitas dengan tenang meski menghadapi masalah kesehatan. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved