TRAGEDI Affan Simbol Suara Rakyat Kecil! Mahasiswa Sintang Gelar Doa dan Tabur Bunga di Mapolres

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas sekaligus ungkapan duka cita atas meninggalnya Affan Kurniawan.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Syahroni
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
AKSI SOLIDARITAS - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kabupaten Sintang menggelar aksi doa dan tabur bunga di depan Mapolres Sintang, Sabtu 30 Agustus 2025 malam. Aksi bertajuk “Sintang Berkabung” ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas atas meninggalnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang terlindas mobil rantis Brimob di Jakarta Pusat beberapa hari lalu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kabupaten Sintang menggelar aksi damai bertajuk “Sintang Berkabung” di depan Mapolres Sintang, Sabtu 30 Agustus 2025 malam.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas sekaligus ungkapan duka cita atas meninggalnya Affan Kurniawan.

Ia merupakan seorang pengemudi ojek online yang menjadi korban setelah terlindas mobil rantis Brimob di Jakarta beberapa hari lalu.

Lilin dan Tabur Bunga Simbol Duka Cita

Sebelum menuju Mapolres, para mahasiswa lebih dulu berkumpul di Taman Entuyut Sintang.

Dengan berjalan tertib, massa kemudian bergerak menuju Mapolres. 

Setibanya di halaman kantor polisi, mereka menyalakan lilin dan melakukan tabur bunga sebagai simbol kesedihan mendalam atas peristiwa tersebut.

Baca juga: Polda Kalbar Bongkar Penyusup Aksi 30 Agustus! 87 Diamankan, Bom Molotov Ditemukan & Positif Narkoba

Koordinator lapangan aksi, Mar’i Faisal Zulyandi, yang juga Ketua PMII Sintang, menegaskan bahwa aksi doa ini adalah wujud empati sekaligus seruan agar kasus serupa tidak lagi terulang.

“Kami hanya ingin mendoakan saudara-saudara kita yang gugur. Semoga kejadian represif seperti ini tidak kembali terjadi,” tegas Mar’i.

Orasi Mahasiswa: Affan Jadi Simbol Perlawanan

Sementara itu, Muhammad Afrizal, Wakil Ketua BEM Staima Sintang, dalam orasinya menyampaikan bahwa tindakan represif bukanlah solusi.

Sebaliknya, hal itu justru akan memicu keberanian baru di kalangan masyarakat.

“Affan bukan sekadar korban. Dia adalah simbol bagaimana kekerasan negara bisa mencabut nyawa rakyat kecil yang sedang mencari nafkah,” ucap Afrizal lantang.

Baca juga: AKSI 30 Agustus di Mapolda Kalbar, Kapolresta Pontianak Turun Langsung Duduk Bersila Penuh Dialog

Doa Bersama Mahasiswa dan Kepolisian

Setelah penyampaian orasi, mahasiswa mengajak peserta aksi serta jajaran kepolisian untuk duduk bersila bersama di halaman Mapolres Sintang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved