Imlek dan Cap Go Meh 2026
8 Fakta Menarik Kue Keranjang yang Wajib Kamu Tahu
Sajian manis yang bukan cuma memanjakan lidah, tapi juga membawa doa dan harapan untuk hari-hari ke depan.
Ringkasan Berita:
- Kue Keranjang: Simbol Keberuntungan dan Harapan
- Kue keranjang, juga dikenal sebagai nian gao dalam bahasa Mandarin atau tiⁿ-kóe dalam bahasa Hokkien, merupakan makanan khas Tahun Baru Imlek. Di Indonesia, ada juga yang menyebutnya kue bakul, dodol Tionghoa, atau jenang Cina.
- Makna: Tekstur yang lengket melambangkan keberlanjutan dan hubungan yang erat.
- Nama “nian gao” terdengar mirip dengan “tahun yang tinggi”, melambangkan keberuntungan, pertumbuhan, dan kemakmuran.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kalian sudah tahu fakta unik dan menarik tentang kue keranjang belum?
Saat perayaan Imlek tiba, suasana penuh kebahagiaan dan keceriaan seolah menyelimuti setiap ruang, sudut rumah dan jalanan.
Tak hanya dekorasi merah dan emas yang menambah semarak, tetapi juga beragam hidangan khas yang memeriahkan momen istimewa ini.
Bukan cuma jadi hidangan khas saat Imlek, kue satu ini ternyata menyimpan makna yang mendalam.
Dari namanya hingga teksturnya, kue keranjang dipercaya sebagai simbol harapan akan kehidupan yang terus meningkat, hubungan yang tetap erat, dan rezeki yang selalu menyertai.
Lengketnya melambangkan keberlanjutan dan hal-hal baik yang terus melekat.
Baca juga: Kue Keranjang Khas Imlek Mulai Diburu Warga Pontianak Jelang Perayaan
Sajian manis yang bukan cuma memanjakan lidah, tapi juga membawa doa dan harapan untuk hari-hari ke depan.
Kue keranjang (ada yang menyebutnya kue bakul, dodol Tionghoa, dodol Cina atau jenang Cina dalam bahasa Jawa) yang disebut juga sebagai nián gāo dalam bahasa Mandarin atau tiⁿ-kóe dalam bahasa Hokkien.
Kue keranjang mendapat nama dari wadah cetaknya yang berbentuk keranjang, adalah kue yang terbuat dari tepung ketan dan gula, serta mempunyai tekstur yang kenyal dan lengket.
Kue ini merupakan salah satu kue khas atau wajib perayaan tahun baru Imlek.
Inilah 8 fakta menarik kue keranjang khas Imlek yang dirangkum dari berbagai sumber berikut ini.
Sejarah Kue Keranjang
Kue keranjang menjadi salah satu makanan khas yang selalu hadir dalam perayaan Tahun Baru Imlek. Kue berbahan dasar tepung beras ketan ini dikenal dengan teksturnya yang kenyal dan rasa manis yang dominan.
Di China, kue keranjang disebut nian gao, sedangkan dalam dialek Hokkian dikenal sebagai ti kwe.
Keberadaan kue keranjang diyakini telah berusia ribuan tahun, sejak China masih terbagi dalam sejumlah kerajaan.
Dikutip dari China Highlights, kue ini awalnya digunakan sebagai persembahan dalam ritual adat, sebelum berkembang menjadi sajian khas Festival Musim Semi atau Tahun Baru Imlek.
Asal-usul kue keranjang
kue keranjang
Nian Gao
tahun baru imlek
Hidangan Imlek
Kuliner Tionghoa
Tradisi Imlek
Makanan Khas Imlek
Sejarah Kue Keranjang
Dodol Tionghoa
Simbol Keberuntungan
kuliner nusantara
Kue Imlek
Fakta Menarik Kue Keranjang
| Tamu Undangan Membludak di Cap Go Meh 2026, Wako Singkawang Dorong Perluas Bandara |
|
|---|
| Penutupan Festival Imlek dan Cap Go Meh 2026, Wako Beri Apresiasi Singkawang Jadi Sorotan |
|
|---|
| Naga VOIS Sepanjang 68 Meter Ikut Ritual Bakar Naga Cap Go Meh di Sungai Raya |
|
|---|
| Warga Antusias Saksikan Ritual Bakar Naga di Sungai Raya Kubu Raya |
|
|---|
| Sebanyak 40 Replika Lakukan Sesi Bakar Naga di Sungai Raya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Ilustrasi-Kue-Keranjang-makanan-khas-Imlek1302.jpg)