Intip Rahasia Bank Kalbar Berhasil Sabet 18 Penghargaan Sepanjang 2022

Penulis: Anggita Putri
Editor: Faiz Iqbal Maulid
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Triponcast Tribun Pontianak bersama Dirut Bank Kalbar Rokidi membahas tentang prestasi yang telah diraih Bank Kalbar disepanjang 2022 dan Program kerja yang akan dilakukan pada tahun 2023 ini, di Studio Poadcast Tribun Pontianak, Jumat 3 Februari 2023.// Ang

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Deretan prestasi diraih Bank Kalbar sepanjang tahun 2022. Tak hanya soal penghargaan yang jumlahnya belasan tetapi aktivitas/kinerja perusahaan juga tumbuh positif dengan pencapaian rata-rata di atas 100 persen dari target. Apa rahasianya?

Saat menjadi narasumber dalam Tribun Pontianak Podcast (Triponcast), Direktur Utama Bank Kalbar Rokidi menyampaikan beberapa hal dalam kepemimpinannya.

Salah satunya, menjaga hubungan baik antar-lembaga, stakeholder pemegang saham seperti Gubernur Kalbar, Bupati dan Wali Kota serta DPRD Provinsi hingga kabupaten kota. Serta Meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan pemanfaatan teknologi informasi.

”Ini juga yang saya sampaikan ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan) saat fit and proper test,” kata Rokidi. Jumat 3 Februari 2023.

Berangkat dari hal tersebut dan terus dilakukan komunikasi dan koordinasi dengan para pemegang saham, Bank Kalbar yang kini menjadi kunci utama.

“Bank Kalbar sampai dengan Desember 2022 telah mempunyai Rp 3,518 Triliun. Kalau bukan didukung oleh stakeholder dan pemegang saham ini juga mustahil. Bahkan ada 16 BPD di Indonesia yang masih memiliki modal di bawah Rp 3 T, bahkan ada di bawah Rp 1 triliun,”  katanya.

Dirut Bank Kalbar Beberkan Berbagai Prestasi di Tahun 2022 dan Program Kerja Bank Kalbar 2023

Sementara kata Rokidi regulasi mewajibkan di tahun 2024 akhir khususnya untuk Bank Pembangunan Daerah (BPD) harus memiliki sekurangnya Rp 3 Triliun untuk modal inti. Bank Kalbar sendiri sudah melebihi angka itu.

Dibidang pengembangan SDM lanjut Rokidi, saat ini tiap lini mulai dari jenjang calon kepala seksi, pemimpin cabang pembantu, wakil pemimpin cabang pembantu, kepala bagian dan kepala bidang, sampai ke kepala divisi dan jajaran direksi sudah dilakukan pemetaan.

“Kami assesmet terhadap semua divisi ini untuk mendapatkan orang yang kompeten untuk menggantikan kami nantinya. Jadi sudah tidak ada lagi kesulitan karena kita sudah melakukan assesment sejak awal sehingga sudah ada orangnya, “ ujarnya.

Rokidi menjelaskan, seorang pemimpin harus kredibel, kompeten, dan tidak mudah stres dalam kondisi apapun. Sehingga membawa perusahaan ini menjadi tenang dan kondusif, meskipun banyak tekanan dari luar, tapi tetap pembawaan tenang. Hal lainnya yang sangat penting adalah integritas dan kejujuran dalam bekerja.

“Pak Gubernur sebagai pemegang saham utama juga telah menegaskan untuk jenjang jabatan BOD tidak ada orang lain dan semua internal Bank Kalbar. Aartinya regenerasi berjalan sangat baik. Kuncinya para pemegang saham semua sepakat tidak ada lagi Bank Kalbar dikelola orang lain,” katanya.

Menurutnya, saat ini yang muncul kepermukaan banyak anak muda yang hebat- hebat dengan usia rata-rata 40 an sudah menjadi pemimpin cabang. Bahkan nantinya pada usia 50 an sudah menjadi pemimpin divisi di Bank Kalbar

Rokidi menyampaikan dalam bekerja ia sangat menomor satukan sebuah kejujuran yang menjadi harga mati. Jika tidak dikelola dengan jujur maka akan ditinggal oleh nasabah. Ia menegaskan jika seseorang telah bergabung bersama kapal besar dalam hal ini Bank Kalbar maka kunci utama dalam bekerja adalah mempunyai integritas atau kejujuran yang tinggi.

“Saya pastikan jika menemukan ada pegawai yang tidak jujur ya wassalam. Karena siapapun yang sudah tergabung dengan kapal besar ini (Bank Kalbar) harus memiliki integritas yang tinggi dan kejuruan yang tinggi dalam bekerja. Sehingga tidak ada cerita mereka tidak jujur,” ujarnya.

Dukung Kajati Futsal Cup 2023, Sapma PP Kalbar Apresiasi Dirut Bank Kalbar

Untuk penggunaan teknologi informasi menurut Rokidi sangat penting. Walaupun bank daerah tapi tidak boleh seperti dulu hanya mengharapkan pelayanan konvensional atau tradisional.

Halaman
123

Berita Terkini