Kisah Backpacker Pontianak Azalia Sukses Jadi Tour Leader Keliling Dunia

Trip nya sendiri sebenarnya dapat diakali biayanya dan bisa sangat terjangkau, salah satunya dengan memanfaatkan tiket promo.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Momen Azalia Nurtieka Dewi di Luar Negeri saat menjadi Tour Leader 

TRIBUNPINTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Berawal dari hobby Backpackeran ke luar negeri, Azalia Nurtieka Dewi kini berhasil mendirikan usaha yang bergerak dibidang jasa tour konsultan, dan jasa tour leader yang diberi nama Lynsietour.

Keberaniannya menjelajah ke beberapa negara juga berkat dukungan sang suami yang juga ambil peran dalam membangun usaha bersama (couplepreneurship) tersebut.

Azalia menceritakan apa saja pengalaman menarik bahkan yang paling buruk ketika traveling ke banyak negara,serta suka dukanya menjadi Tour leader.

Za nama panggilan akrabnya, ia mengaku sebelum ia menjalankan usaha tour konsultan dan jasa tour leader ini, Dirinya hanya bekerja sebagai Freelance dibeberapa tempat.

Baca juga: Pariwisata Mice Menjadi Langkah Awal Bangkitkan Perekonomian di Kalbar

Mulai dari ambi job Nge-MC, Guru Private bhs inggris, dan mengajar sukarela / volunterrism di Kampung English Purnama setiap weekend.

“Saya sebenarnya basic kuliah ambil jurusan ilmu pendidikan Bahasa Inggris, tapi saya kurang berminat menjadi guru. Saya merasa hanya sebatas bisa mengajar, tapi belum mampu mendidik murid saya,” ujarnya kepada Tribun Pontianak, Minggu 4 April 2021.

Momen  Azalia Nurtieka Dewi di Luar Negeri saat menjadi Tour Leader
Momen Azalia Nurtieka Dewi di Luar Negeri saat menjadi Tour Leader (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa)

Ia mengaku menjadi seorang pendidik bukanlah passionya karena Za merasa tidak begitu nyaman dengan gaya kerja kantoran yang formal, dia cenderung mengarah ke gaya informal dan flexible yang santai.

Sempat bekerja menjadi karyawan swasta disuatu tempat usaha, dalam hitungan hari, ia sudah merasa tidak betah.

Ketika bekerja ia merasa tidak bisa menjadi pengikut seseorang.

Dari sinilah ia menyadari, bahwa tipe pekerjaan yang cocok untuk dirinya adalah bukan sebagai follower, tapi menjadi seorang leader.

“saya pernah mengajar dan berkontribusi sebagai volunteer development di Kampung English Purnama setiap Weekend. Sempat kerja freelence serabutan, mengajar private bhs inggris, pernah ngemc, menjadi notulen seminar. Nah dari pemasukan itu semualah setelah setahun kelar kuliah untuk modal bertahan hidup,” ucapnya sambil tersenyum.

Satu tahun selesai kuliah Sarjana Pendidikan, Za memutuskan untuk menikah namun dalam kondisi belum bekerja.

Setelah menikah lah ia bersama sang suami membangun usaha jasa tour arrangement dan jasa internasional tour leader dan bisa bertahan sampai saat ini.

“Sebelum menikah kemana-mana selalu dilarang ibu karena ibu saya Overprotective saking sayangnya. Saya bisa seperti ini sekarang, karena suami juga mengizinkan apapun yang saya kerjakan dan Izin travel ke negara manapun,” ujarnya.

Namun dikatakannya yang perlu digaris bawahi adalah banyak trip juga digarap bersama suami, karena konsep dasarnya adalah couplepreneurship.

Baca juga: Peran Pemuda Diperlukan untuk Promosi Pariwisata Mice di Kalbar

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved