Kalbar 24 Jam

Kalbar 24 Jam - Inner Ringroad, Pria Loncat di Lantai Atas Mega Mall, hingga Remaja Tewas Tergantung

Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Dhita Mutiasari
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kalbar 24 Jam - Inner Ringroad, Pria Loncat di Lantai Atas Mega Mall, hingga Remaja Tewas Tergantung

Kapolsek Pontianak Selatan, Kompol Anton Satriadi yang ditemui awak media di RS Bhayangkara Pontianak mengungkapkan bahwa AR seorang pria yang nekat melompat dari lantai dua ruang parkir Mega Mall Pontianak mengaku mendapat bisikan. BACA SELENGKAPNYA>>>>>>>>

3. Ratusan Buruh Keberatan Di-PHK Sepihak oleh PT KAP

Ketua Serikat Pekerja Paduan Mandiri Sejahtera, Budiyanto. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ADELBERTUS CAHYONO)

Sekitar 400 Karyawan Harian Lepas (KHL) PT Kalimantan Agro Pusaka (KAP) di Kabupaten Kayong Utarakeberatan lantaran merasa di-PHK secara sepihak oleh perusahaan.

Ketua Serikat Pekerja Paduan Mandiri Sejahtera, Budiyanto mengatakan, mereka dinyatakan telah di-PHK sejak 16 Mei 2019.

Saat ini, para KHL tersebut tidak mempunyai pekerjaan apapun.

"Kalau memang mengacu aturan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 kita tidak keberatan. Tetapi kalau dalam hal ini dilakukan tanpa Undang-Undang kami selaku buruh tetap keberatan," kata Budiyanto di Sukadana, Sabtu (26/5/2019).

Baca: Untung Beberkan Jumlah THR yang Wajib Diserahkan Perusahaan di Kayong Utara

Baca: Perusahaan di Kayong Utara Wajib Serahkan THR Sepekan Sebelum Lebaran

Menurut Budiyanto, perusahaan beralasan kebijakan PHKdilakukan karena keuangan mereka sedang menipis.

Para KHL yang di-PHK adalah mereka yang sudah bekerja selama tiga hingga sembilan tahun.

Budiyanto lantas menuturkan beberapa tuntutan mereka terhadap perusahaan.

Budiyanto meminta perusahaan mempekerjakan kembali mereka. BACA SELENGKAPNYA>>>>>>>>

4. Inilah Kesan dan pesan Bujang dan Dara Gawai Dayak Kalbar ke 34 

Bujang dan Dara Gawai Kalimantan Barat 2019,Kristoporus Riski dan Gintini Oktavia saat dinobatkan sebagai Bujang dan Dara Gawai Kalimantan Barat 2019 oleh presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Cornelis pada acara penutupan PGD provinsi Kalimantan Barat ke-34 di Rumah Radakng, Pontianak, Minggu (26/5/2019) malam. (TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA)

Bujang dan Dara Gawai Dayak ke 34, yakni Kristoporus Riski dan Gintini Oktavia  menyampaikan kesannya terhadap perhelatan Pekan Gawai Dayak ke- 34, pada acara penutupan PGD di Rumah Radakng, Pontianak, Minggu (26/5/2019). 

Bagi Gintini,  PGD kali ini adalah PGD yang paling berkesan untuknya, hal ini dikarenakan dirinya yang baru pertama kali mengikuti Perlombaan Dara Gawai dan langsung mendapat kepercayaan untuk menjalankan tanggung jawab besar seperti ini.

Baca: Gagal di Piala Sudirman, Kontingen Indonesia Alihkan Fokus ke Kejuaraan Dunia

Baca: Belum Terima Persoalan THR di Kapuas Hulu, Ini Penjelasan Bidang Tenaga Kerja

"Untuk PGD tahun ini ada yang spesial karena pada tahun ini saya terlibat dalam salah satu perlombaan dara gawai dan puji Tuhan langsung di percaya untuk menjabat sebagai Dara Gawai, kemudian pada saat karantinaluar biasa menurut saya karena banyak pelajaran yang diberikan dan kami juga diajak untuk mengikuti upacara adat seperti Ngampar Bide. Harapannya semoga gawai Dayak ini tidak hanya diselenggarakan setiap tahunnya tetapi juga dapat dikenal dan dipromosikan baik di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya. BACA SELENGKAPNYA>>>>>>>>
5. Seorang Remaja Ditemukan Tergantung di Pohon Akasia Desa Sungai Rengas
Anggota INAFIS dan Polsek Sui Kakap evakuasi korban. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA)

Seorang remaja ditemukan tak bernyawa dalam keadaan tergantung di pohon
Jln Sui Berembang Rt / Rw 002 / 002 Dusun Satu Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap Minggu (26/5/2019) pukul 17.30 WIB.

Korban di ketahui bernama M Fachri (16) merupakan seorang santri yang ada di Kecamatan Kakap, warga Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap.

Baca: Belum Terima Persoalan THR di Kapuas Hulu, Ini Penjelasan Bidang Tenaga Kerja

Dia di temukan ‎dalam keadaan gantung diri di pohon akasia di tepi sungai berembang oleh warga dan kemudian di laporkan kepada ketua RT setempat.

Kapolsek Sui Kakap, Iptu Antonius Pardamean Sitinjak, berdasarkan keterangan pengurus pesantren tempat korban menempa ilmu, korban merupakan pelajar SMA, Kelas 1 di Pondok Pesantren tersebut.BACA SELENGKAPNYA>>>>>>>>

Berita Terkini