Tim Labubu Gagalkan Penyelundupan Sabu Lintas Provinsi, Amankan Kurir dan Barang Bukti 58,14 Gram

Ini bukti komitmen kami untuk memberantas narkotika, apalagi Kubu Raya merupakan jalur strategis lintas provinsi bahkan negara

Editor: Jamadin
Humas Polres Kubu Raya
AMANKAN TERSANGKA -  Tim Labubu Satres Narkoba Polres Kubu Raya amankan kurir dan barang bukti sabu, Sabtu 2 Agustus 2025.  Saat digeledah, polisi menemukan dua paket sabu seberat total 58,14 gram yang disembunyikan di dalam celana dalam yang telah dimodifikasi secara khusus. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA – Upaya penyelundupan sabu lintas provinsi berhasil digagalkan Tim Labubu Satres Narkoba Polres Kubu Raya

Seorang kurir berinisial RN (21), warga Kalimantan Tengah, diciduk saat hendak meninggalkan wilayah Kubu Raya menggunakan kendaraan Taxi umum lintas provinsi, Sabtu 2 Agustus 2025 malam.

Kasat Narkoba Polres Kubu Raya, AKP Sagi melalui Kasubsi Penmas, Aiptu Ade mengungkapkan, RN diamankan di Jalan Adisucipto, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, sekitar pukul 21.30 WIB.

 Saat digeledah, polisi menemukan dua paket sabu seberat total 58,14 gram yang disembunyikan di dalam celana dalam yang telah dimodifikasi secara khusus.

“Pelaku RN kami amankan saat tengah menunggu kendaraan menuju Palangkaraya. Dari hasil pemeriksaan ditemukan dua paket sabu yang ia sembunyikan di pakaian dalamnya,” ujar Ade, Rabu 6 Agustus 2025.

Ade menjelaskan, RN merupakan bagian dari jaringan narkoba lintas provinsi yang beroperasi secara terselubung.

Seluruh komunikasi dilakukan via aplikasi WhatsApp, tanpa tatap muka antara kurir dan pengendali barang.

“Modusnya sangat tertutup. RN tidak mengenal siapa pengirim ataupun penerima paket. Ia hanya menerima instruksi melalui WhatsApp, lalu diarahkan untuk menyerahkan barang ke lokasi yang telah ditentukan,” jelas Ade.

Polisi Ciduk Dua Terduga Pengedar Narkoba di Sanggau, Enam Paket Sabu Diamankan

Sebagai imbalan, RN dijanjikan upah antara Rp10 juta hingga Rp20 juta jika berhasil mengantarkan paket ke tujuan. Namun aksinya keburu dihentikan polisi.

Dalam penangkapan itu, polisi juga menyita barang bukti berupa dua klip sabu, satu plastik tisu oranye-kuning yang digunakan untuk menyamarkan paket, dan satu unit ponsel Vivo yang diduga sebagai alat komunikasi dengan jaringan pengendali.

“Kasus ini menunjukkan bahwa jaringan peredaran narkoba makin rapi dan sulit terdeteksi. Namun, kami terus lakukan pengembangan untuk membongkar siapa dalang utamanya,” ungkap Ade.

Polisi menduga RN hanyalah ‘pion’ dari sindikat yang lebih besar dan tengah menelusuri siapa aktor intelektual di balik peredaran sabu tersebut.

“Ini bukti komitmen kami untuk memberantas narkotika, apalagi Kubu Raya merupakan jalur strategis lintas provinsi bahkan negara. Jika tidak dicegah, narkoba ini bisa menghancurkan masa depan generasi muda,” tegasnya.

Atas perbuatannya, RN dijerat Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ia terancam hukuman penjara seumur hidup hingga pidana mati.

 

Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!  

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved