Era Digital Tanpa Filter, Anak Rentan Terpapar Konten Negatif
Ia menyampaikan bahwa saat ini media sosial sangat sulit untuk difilter, berbeda dengan masa lalu ketika semua tayangan masih disensor.
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Pontianak, Dr. Fitri Sukmawati, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menyoroti dampak media sosial terhadap perkembangan anak dan remaja.
Ia menyampaikan bahwa saat ini media sosial sangat sulit untuk difilter, berbeda dengan masa lalu ketika semua tayangan masih disensor oleh pihak berwenang.
“Kita di Indonesia tidak bisa memfilter. Dulu, waktu saya kecil, baru ada televisi dengan menteri yang betul-betul mengawasi, semua itu disensor. Sekarang, buka saja handphone, semua bisa terlihat, tidak tersensor apapun,” ujar Fitri kepada tribunpontianak.co.id, Jumat 11 Juli 2025.
Menurutnya, media sosial telah menjadi ruang yang sulit dikendalikan, karena tidak ada pihak yang benar-benar bertanggung jawab untuk mengontrol atau menyaring kontennya.
Maka karena itu, diperlukan kebijaksanaan dari para pengguna, terutama anak-anak dan remaja.
“Ketika ini terjadi di media sosial, tidak ada yang bisa bertanggung jawab untuk mengontrolnya. Siapa yang bisa Artinya, anak-anak itu sendiri yang harus bijak,” tambahnya.
Fitri juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengajarkan anak-anak untuk bijak memilih dan menggunakan media sosial sesuai waktu dan kebutuhan.
“Media sosial ini harus diajarkan juga oleh orang tua kepada anaknya. Anak-anak remaja juga harus sadar mana media yang perlu dibuka dan kapan waktunya,” katanya.
Baca juga: KELOMPOK LGBT dan Kaum Homo Sasar Remaja Pontianak! Psikolog Ungkap Peran Orangtua Sangat Penting
Ia mengingatkan bahwa media sosial dapat berdampak negatif terhadap anak-anak, terutama ketika mereka masuk dalam masa transisi usia seperti dari SD ke SMP, dan belum memiliki kedewasaan emosional yang stabil.
“Ketika seseorang dalam kondisi anak-anak yang pindah ke remaja, SD ke SMP, kondisinya belum tentu baik-baik saja. Ketika ada tawaran dari komunitas yang membuat mereka nyaman, hati-hati, itu bisa jadi komunitas baru yang membawa dampak buruk,” jelasnya.
Menurutnya, jika tidak dikelola dengan baik, media sosial dapat menjadi ancaman bagi perkembangan psikologis anak dan remaja. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| PT PSP dan Perkumpulan Jurnalis Tanam 1.000 Mangrove, Lawan Abrasi 20 Meter per Tahun |
|
|---|
| Bupati Karolin Tanam Padi Perdana di Lahan Program Cetak Sawah |
|
|---|
| Sekda Buka Rapat Pembinaan dan Pengawasan Ormas, berikut Pesan yang Disampaikan |
|
|---|
| Wabup Juli Suryadi Buka Manasik Haji Mempawah 1447 H, Tekankan Pemahaman dan Kesiapan Jemaah |
|
|---|
| Ketua MUI Sambas Kecam Video Pornografi Beredar Luas, Ajak Masyarakat Lebih Hati-hati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ay-nad-20725.jpg)