Kenaikan Harga Bahan dan Plastik, Penjualan Kue Warga Pontianak Turun Drastis

"Apa lagi ada MBG, jatuh, anjlok kami dibuatnya. Kue-kue itu pada naik harganya. Yang harganya seribu harus naik jadi seribu lima ratus," katanya.

|
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ayu Nadila
KENAIKAN HARGA PLASTIK - Kenaikan harga bahan pokok yang terjadi belakangan ini mulai dirasakan berat oleh pelaku usaha kecil, khususnya pedagang kue di Kota Pontianak. Salah satu warga, Maryam (50), mengaku kesulitan menghadapi lonjakan harga yang terjadi hampir di seluruh bahan kebutuhan. 

Ringkasan Berita:
  • Maryam mengatakan, kenaikan tidak hanya terjadi pada minyak goreng, tetapi juga bahan lain seperti gula dan tepung yang menjadi bahan utama usahanya.
  • Ia juga menyoroti dampak kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai turut memengaruhi harga dan penjualan kue di pasaran. 

TRIBUNPONTIANAK.CO,ID, PONTIANAK - Kenaikan harga bahan pokok yang terjadi belakangan ini mulai dirasakan berat oleh pelaku usaha kecil, khususnya pedagang kue di Kota Pontianak

Salah satu warga, Maryam (50), mengaku kesulitan menghadapi lonjakan harga yang terjadi hampir di seluruh bahan kebutuhan.

Maryam mengatakan, kenaikan tidak hanya terjadi pada minyak goreng, tetapi juga bahan lain seperti gula dan tepung yang menjadi bahan utama usahanya.

"Kalau bagi kami itu sulit ya. Semuanya bukan hanya minyak goreng ternyata, semuanya ikut naik. Gula, tepung. Kami kan jualan kue, itu kan pengaruh banget," ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co.id di Pasar Kemuning, Jalan Prof. M. Yamin, Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Selatan, Rabu 8 April 2026.

Ia juga menyoroti dampak kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai turut memengaruhi harga dan penjualan kue di pasaran. 

Harga Minyak dan Plastik di Pasar Kemuning Naik, Pedagang Sebut Dampak Konflik Global

"Apa lagi ada MBG, jatuh, anjlok kami dibuatnya. Kue-kue itu pada naik harganya. Yang harganya seribu harus naik jadi seribu lima ratus," katanya.

Selain bahan makanan, kenaikan harga plastik juga menjadi beban tambahan bagi pedagang. Menurutnya, penggunaan plastik tidak bisa dihindari dalam aktivitas jual beli.

"Yang paling naik itu plastik. Kita kan jualan pakai plastik, nggak mungkin nyuruh orang bawa tempat sendiri, susah juga," ungkapnya.

Maryam menjelaskan, harga plastik naik drastis sejak Ramadan dan terjadi secara bertahap.

"Plastik naiknya drastis. Sejak Ramadan ini naiknya tiga kali, bertahap Rp4.000. Sekarang yang harga awalnya Rp14.500 jadi Rp22.000," jelasnya.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada penurunan pendapatan. Ia menyebut penjualan mengalami penurunan signifikan akibat kenaikan harga yang memaksa pedagang menaikkan harga jual.

"Penjualan menurun banget. Yang biasanya dapat Rp2.000.000, sekarang Rp1.000.000. Jauh sekali menurunnya,"tuturnya.

Maryam berharap ada solusi dari pemerintah agar kenaikan harga tidak terjadi secara bersamaan, terutama bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

"Kalau bisa jangan sekaligus naik semua. Kita ini ekonomi menengah ke bawah, nggak jualan sehari ya nggak makan," katanya.

Ia menambahkan, berbeda dengan cabai yang harganya fluktuatif, bahan pokok lain cenderung terus naik tanpa penurunan.

"Kalau cabai itu turun-naik, kadang Rp60.000 sampai Rp100.000. Tapi kalau yang lain, sudah naik ya naik terus, susah turunnya," pungkasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved