PT PSP dan Perkumpulan Jurnalis Tanam 1.000 Mangrove, Lawan Abrasi 20 Meter per Tahun
Ancaman abrasi di pesisir Pantai Tanjung Burung, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah kian mengkhawatirkan.
Penulis: Ramadhan | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Dalam kurun waktu satu tahun, daratan di kawasan tersebut dilaporkan mengalami pengikisan hingga 15 sampai 20 meter, sehingga mengancam permukiman warga di sekitar pesisir.
- Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk bergerak melakukan upaya penyelamatan lingkungan.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Ancaman abrasi di pesisir Pantai Tanjung Burung, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, kian mengkhawatirkan.
Dalam kurun waktu satu tahun, daratan di kawasan tersebut dilaporkan mengalami pengikisan hingga 15 sampai 20 meter, sehingga mengancam permukiman warga di sekitar pesisir.
Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk bergerak melakukan upaya penyelamatan lingkungan.
PT Peniti Sungai Purun (PSP) bersama Perkumpulan Jurnalis Galaherang (PEJUANG) menggelar aksi penanaman 1.000 bibit mangrove, Rabu, 8 April 2026.
Kegiatan bertajuk "Dari Akar untuk Negeri, Bersama Lawan Abrasi" ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara perusahaan, jurnalis, pemerintah, dan masyarakat.
Turut terlibat dalam kegiatan tersebut Pemerintah Kelurahan Tanjung, Karang Taruna Muda Insan Cita, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan).
Baca juga: Wabup Juli Suryadi Buka Manasik Haji Mempawah 1447 H, Tekankan Pemahaman dan Kesiapan Jemaah
Region Controller HPI Palm Oil Unit (POU), Kiajar Rajagukguk, mengatakan bahwa mangrove merupakan solusi alami paling efektif dalam menahan abrasi.
"Kalau tidak ada mangrove, daratan bisa terus terkikis. Dengan kondisi abrasi yang mencapai 15 meter per tahun, tentu ini sangat berbahaya bagi pemukiman warga," ujarnya kepada awak media di lokasi kegiatan.
Ia menegaskan, penanaman 1.000 bibit mangrove ini merupakan tahap awal dan akan terus dipantau untuk pengembangan selanjutnya.
"Ini baru langkah awal. Ke depan kita akan lihat perkembangan dan kemungkinan penanaman lanjutan," tambahnya.
Sementara itu, Humas CSR HPI POU, Paulus Nokus, mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak, terutama generasi muda dan insan pers yang ikut turun langsung.
"Kami berharap mangrove yang ditanam hari ini bisa tumbuh dengan baik dan menjadi sumber bibit untuk penanaman berikutnya secara berkelanjutan," katanya.
Ketua Pejuang Mempawah, Dian Sastra, menuturkan bahwa jurnalis juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga lingkungan, tidak hanya melalui pemberitaan.
"Kami tidak hanya menulis tentang abrasi, tapi juga ingin terlibat langsung. Ini bentuk kontribusi nyata kami bersama masyarakat," ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Karang Taruna Muda Insan Cita, Muhammad Iqbal, menyatakan pihaknya siap menjaga dan merawat mangrove yang telah ditanam.
| RB Tak Boleh Sekadar Nilai, Pemprov Kalbar Dorong Birokrasi Berdampak Nyata ke Masyarakat |
|
|---|
| Dari Budaya hingga Destinasi Pariwisata Unik, Kalbar Borong 9 Nominasi di Kemenpar |
|
|---|
| Syaiful Hartadin Minta Guru di Kayong Utara Tak Dibebani Administrasi Berlebihan, Fokus Mengajar |
|
|---|
| Tak Semua Wilayah Ada Sinyal, DPRD Minta PPDB Kayong Utara Fleksibel |
|
|---|
| Pemkab Sambas Lepas 19 Jemaah Haji, Wabup Heroaldi Pesan Doakan Keharmonisan Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/h-Hilir-Rabu-8-April-2026.jpg)