Sanggau Bergerak, Polres dan Instansi Terkait Satukan Langkah untuk Cadangan Jagung Pemerintah
Harapan kami, hasil jagung dari Sanggau bukan hanya untuk konsumsi lokal, tetapi bisa menembus pasar internasional
“Keterbatasan anggaran memang menjadi hambatan, namun dengan kerja sama yang solid, kita bisa mengubah tantangan menjadi peluang,” jelasnya.
Dari sisi penyedia dan penampungan hasil, Kepala Bulog Cabang Sanggau Ahmad Aminudin menjelaskan bahwa kuota penyimpanan jagung untuk Kabupaten Sanggau saat ini sebesar 100 ton, dari total 5.000 ton untuk Provinsi Kalbar.
Ia menyampaikan bahwa jagung yang diserap Bulog harus memenuhi standar kadar air maksimal 14 persen dan bebas aflatoksin.
Bulog juga membuka peluang bagi kelompok tani atau koperasi yang ingin menjadi vendor resmi. Syaratnya mencakup dokumen legal seperti KTP, NIB, NPWP, dan surat rekomendasi dari Pemda setempat.
“Kami siap menyerap jagung hasil petani jika kualitasnya sesuai. Bahkan jika kebutuhan meningkat, kami akan ajukan tambahan kuota ke provinsi dan pusat,” jelas Aminudin.
Dalam rapat tersebut, AKBP Sudarsono juga memberikan beberapa arahan penting. Di antaranya, agar dilakukan pemetaan data Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) yang akurat, pengadaan pupuk bersumber dari dana desa, serta penanaman jagung secara serentak di wilayah Polsek jajaran.
Ia juga menekankan pentingnya sosialisasi bertani modern dengan memanfaatkan Alsintan yang tersedia.
“Petani kita harus menjadi mandiri dan tidak terus bergantung pada bantuan. Kita sudah membuktikan bahwa dengan kebersamaan dan kemauan, kita bisa menghasilkan. Harapan kami, hasil jagung dari Sanggau bukan hanya untuk konsumsi lokal, tetapi bisa menembus pasar internasional,” tegas Kapolres.
Rapat koordinasi ini juga mencatat sejumlah rekomendasi strategis, seperti pembentukan koperasi pengelola pupuk di Kecamatan Parindu, Tayan Hulu, dan Sekayam, serta pemanfaatan momentum adat atau perayaan seperti Gawai Dayak untuk menyosialisasikan penanaman jagung secara massif.
Kegiatan yang berlangsung selama lebih dari dua jam ini berjalan dengan tertib dan kondusif. Semua peserta sepakat untuk menyatukan langkah dan menyusun strategi implementatif dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui penguatan cadangan jagung pemerintah di wilayah Kabupaten Sanggau.
Rapat ini menjadi bukti nyata sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menyukseskan program strategis nasional.
Seiring dengan itu, AKBP Sudarsono menegaskan komitmen Polres Sanggau untuk terus berada di garis depan, tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendorong kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.
“Ini bukan tugas satu pihak, ini gerakan bersama. Ketahanan pangan adalah fondasi ketahanan negara. Sanggau harus jadi contoh bagi daerah lain, bahwa Polri dan masyarakat bisa bersinergi demi masa depan bangsa,” pungkas Kapolres Sanggau.
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
Selundupkan Sabu 77.74 Kg dan Ekstasi 54.785 butir ke Kapuas Hulu, 3 WNA Malaysia Diamankan |
![]() |
---|
Polda Kalbar Ungkap 9 Kasus Narkoba Dengan Barang Bukti 86,189 Kg Sabu dan 54,801 Butir Ekstasi |
![]() |
---|
Polda Kalbar Sita 86,189 Kg Sabu dan 54,801 butir Ekstasi, Lima WNA Malaysia Terlibat |
![]() |
---|
Polres Sekadau Tekankan Peran Binmas dalam Peringatan Hari Anak Nasional 2025 |
![]() |
---|
Polwan Polres Singkawang Ziarah ke Taman Makam Pahlawan, Kenang Jasa Pahlawan di Hari Jadi ke-77 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.