Cakupan Imunisasi Puskesmas Tengah 2 Singkawang Masih Rendah

Lebih lanjut, Fitriani menyebut cakupan imunisasi di wilayah Puskesmas Singkawang Tengah 2, khususnya daerah Roban, masih tergolong rendah. 

Penulis: Widad Ardina | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WIDAD ARDINA
IMUNISASI - Pelaksanaan imunisasi di Puskesmas Tengah 2, pada Rabu 2 Juli 2025. Pj Imunisasi Puskesmas Singkawang Tengah 2, Urai Fitriani, mengungkapkan pelaksanaan imunisasi di wilayah kerjanya sejauh ini berjalan lancar, meskipun masih menghadapi berbagai tantangan terutama soal cakupan yang masih rendah dan kekhawatiran masyarakat akan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Penanggung Jawab (Pj) Imunisasi Puskesmas Singkawang Tengah 2, Urai Fitriani, mengungkapkan pelaksanaan imunisasi di wilayah kerjanya sejauh ini berjalan lancar, meskipun masih menghadapi berbagai tantangan terutama soal cakupan yang masih rendah dan kekhawatiran masyarakat akan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

"Alhamdulillah, pelayanan di sini berjalan lancar. Kita memiliki 26 posyandu aktif dengan enam tenaga pelaksana imunisasi yang mencukupi," katanya saat ditemui di Puskesmas, pada Rabu 2 Juli 2025.

Namun, ia mengakui masih ada penolakan dari sebagian orang tua untuk melanjutkan imunisasi anak mereka. 

Salah satu penyebab utamanya adalah kekhawatiran terhadap efek samping seperti demam atau bengkak setelah imunisasi yang kerap menimbulkan trauma.

"Biasanya mereka berhenti di imunisasi dasar, seperti saat di Posyandu karena anak demam atau bengkak. Itu membuat trauma orang tua, akhirnya mereka enggan melanjutkan imunisasi selanjutnya," jelasnya.

Lebih lanjut, Fitriani menyebut cakupan imunisasi di wilayah Puskesmas Singkawang Tengah 2, khususnya daerah Roban, masih tergolong rendah. 

Besurung Saprah Warnai Pekan Budaya Melayu Singkawang 2025

Pada tahun 2024, cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) hanya mencapai sekitar 20 persen, sementara Imunisasi Booster Lengkap (IBL) tercatat sekitar 18,1 persen.

"Hingga saat ini belum ada peningkatan signifikan, masih cenderung standar," imbuhnya.

Melihat kondisi tersebut, pihak Puskesmas terus mendorong edukasi kepada masyarakat, terutama melalui pemanfaatan media sosial dan penyuluhan langsung. 

Fitriani berharap para orang tua bisa lebih terbuka terhadap pentingnya imunisasi, serta lebih bijak dalam menerima informasi yang beredar.

"Harapannya para orang tua tidak menelan mentah-mentah informasi hoaks soal imunisasi. Kalau ada yang tidak jelas, bisa langsung tanya ke tenaga kesehatan, termasuk kami di Puskesmas," ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya imunisasi sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai penyakit berbahaya.

"Imunisasi itu sangat penting. Ini pencegahan sejak dini, bukan pengobatan. Dengan imunisasi terbentuk herd immunity dan anak-anak punya antibodi kuat terhadap berbagai penyakit," tutupnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved