40 Tahun Bersama Alam, Harmoni Riset dan Konservasi Refleksi Empat Dekade Penelitian dan Konservasi

Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat komitmen semua pihak dalam melestarikan lingkungan untuk generasi mendatang

Editor: Jamadin
Dokumentasi Yayasan Palung
GUNUNG PALUNG - Pusat penelitian ekologi dan konservasi yang terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Palung, diselenggarakan serangkaian acara bertajuk "40 Tahun Bersama Alam: Harmoni Riset dan Konservasi.", Minggu 22 Juni 2025. Stasiun ini dikelola oleh Balai Taman Nasional Gunung Palung bekerja sama dengan Yayasan Palung (YP), yang bersama-sama memastikan kelangsungan penelitian dan konservasi di kawasan tersebut. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Dalam rangka memperingati 40 tahun berdirinya Stasiun Riset Cabang Panti (SRCP), sebuah pusat penelitian ekologi dan konservasi yang terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Palung, diselenggarakan serangkaian acara bertajuk "40 Tahun Bersama Alam: Harmoni Riset dan Konservasi."

Stasiun Riset Cabang Panti tumbuh bersama hutan hujan tropis Gunung Palung menjadi saksi dari ribuan langkah ilmiah, dedikasi para peneliti, dan semangat tak pernah padam untuk menjaga alam selama 40 tahun.

Didirikan pada tahun 1985, stasiun ini berperan penting dalam memahami ekosistem hutan hujan tropis Kalimantan Barat, khususnya dalam penelitian mengenai orangutan subspesies Pongo pygmaeus wurmbii.

Stasiun ini dikelola oleh Balai Taman Nasional Gunung Palung bekerja sama dengan Yayasan Palung (YP), yang bersama-sama memastikan kelangsungan penelitian dan konservasi di kawasan tersebut.

Selama 40 tahun bersama alam, berbagai peneliti dari dalam dan luar negeri telah melakukan riset di sini, menghasilkan banyak publikasi ilmiah yang berkontribusi pada ilmu pengetahuan serta kebijakan konservasi.

Selain menjadi pusat riset orangutan, Stasiun Riset Cabang Panti juga memfasilitasi studi tentang keanekaragaman hayati lainnya, termasuk flora dan fauna endemik Kalimantan.

Program-program penelitian yang dilakukan di stasiun ini telah membantu mengungkap dinamika ekologi hutan hujan, pola perilaku satwa liar, serta dampak perubahan lingkungan terhadap keanekaragaman hayati.

Ajak Masyarakat Berperan dalam Pelestarian Orangutan di Sekitar Kawasan Taman Nasional Gunung Palung

 

Tidak hanya itu, berbagai penelitian jangka panjang di stasiun ini telah memberikan wawasan mendalam mengenai peran hutan hujan dalam mitigasi perubahan iklim serta hubungan kompleks antara spesies yang hidup di dalamnya. 

Seiring dengan meningkatnya tantangan dalam upaya konservasi, seperti deforestasi, perubahan iklim, perburuan ilegal dan lain-lain, peran riset dalam mendukung kebijakan berbasis ilmu pengetahuan semakin krusial.

Oleh karena itu, peringatan 40 tahun Stasiun Riset Cabang Panti ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan pencapaian yang telah diraih serta merumuskan strategi kolaboratif guna menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan riset di masa depan. 

“Empat dekade perjalanan ini adalah bukti nyata bahwa riset dapat menjadi ujung tombak dalam melindungi keanekaragaman hayati, khususnya Orangutan dan spesies endemik lainnya yang berada di kawasan Taman Nasional,” ungkap Prawono Meruanto, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat komitmen semua pihak dalam melestarikan lingkungan untuk generasi mendatang,” tambahnya.

Selain talkshow, peringatan ini juga dirangkaikan dengan kunjungan khusus ke Stasiun Riset Cabang Panti oleh alumni peneliti.

Selama kunjungan, para alumni berbagi pengalaman, meninjau perkembangan terbaru stasiun riset, serta merancang strategi keberlanjutan penelitian dan konservasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved