Diduga Tercemar PETI, Bupati Kubu Raya Sujiwo Tinjau Sungai Retok 

Dari peninjauan langsung mendorong aparat penegak hukum (APH) untuk segera mengusut tuntas dan menegakkan hukum.

Tayang:
Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
TINJAU ALIRAN SUNGAI - Bupati Kubu Raya Sujiwo bersama Kodim 1207 Pontianak dan Polres Kubu Raya tinjau aliaran sungai Retok Kecamatan Kuala Mandor B yang diduga tercemar akibat aktifitas Peti pada Jumat (13/10/2025). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Bupati Kubu Raya Sujiwo bersama Polres Kubu Raya dan Kodim 1207 Pontianak menindaklanjuti informasi yang menyebut aliran Sungai Retok, Kecamatan Kuala Mandor B, tercemar. 

Bupagi Sujiwo menduga pencemaran aliran air dari sungai yang bersebelahan dengan Kabupaten Landak itu karena adanya aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di bantaran sungai tersebut.

Sehingga berdampak ke air sungai di Desa Retok dan sekitarnya.

"Dari pencemaran itu berdampak air sungai berubah warna menjadi keruh serta berlumpur dan mengandung zat berbahaya untuk kesehatan masyarakat," ujar Bupati Sujiwo unsur saat meninjau lokasi bersama Forkopimda Kubu Raya  di Desa Retok, pada Jumat (13/10/2025).

Bupati Kubu Raya ini menambahkan, pencemaran juga berdampak pada perekonomian karena di bantaran sungai terdapat habitat dan biota sungai yang musnah karena pencemaran. Padahal sebelum adanya pencemaran, terjadi perputaran ekonomi dari para komunitas pemancing yang menyewa sampan dan menginap di lokasi tersebut. Karena itu, Sujiwo mengecam pelaku pencemaran dan berjanji akan menindaklanjuti hal ini. 

“Kita akan segera komunikasikan dengan Pemerintah Kabupaten Landak untuk bersama-sama memberikan atensi,” jelasnya.

Dari peninjauan langsung mendorong aparat penegak hukum (APH) untuk segera mengusut tuntas dan menegakkan hukum.

“Dampaknya ini sangat luar biasa, maka saya atas nama pemerintah bersama Pak Dandim dan Pak Kapolres akan serius memberikan atensi terhadap persoalan ini,” tegasnya.

Baca juga: Bupati Sujiwo Senam Bersama Anak-Anak PAUD  

Kepala Desa Retok Sahidin menyampaikan lebih dari sepekan terakhir warganya kesulitan mendapatkan air bersih. Padahal sebelumnya air Sungai Retok bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari terutama mandi dan cuci.

“Air berubah jadi keruh, berbau, bahkan berminyak. Kami tidak bisa menggunakannya. Terima kasih kepada bupati dan Forkopimda atas respons cepatnya," pungkasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved