Ayah Aniaya Anak

Anak Berkebutuhan Khusus di Pontianak Tewas Dianiaya Ayah Tiri, Polisi Ungkap Awal Kejanggalan

"Awalnya saya lagi jualan, lalu ditelepon keluarga. Katanya ada keluarga yang meninggal dipukul. Pas saya ke rumah dan lihat jenazah, saya kaget karen

Penulis: Ferryanto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
KEKERASAN ANAK - Suasana di RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak saat petugas kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban, Selasa 27 Mei 2025. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Seorang anak laki - laki berusia 9 tahun tewas setelah dianiaya oleh ayah tirinya di kawasan Jalan Selat Panjang  Pontianak Utara, Selasa 27 Mei 2025 sore.

Saat ini, Jasad bocah tersebut sudah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak guna proses lebih lanjut. 

Saat ini tersangka dan barang bukti telah diamankan petugas di Polresta 

Sementara Motif dari tindakan kekerasan ini masih dalam penyelidikan kepolisian. 

Paman korban, Mat Sai, mengungkapkan bahwa peristiwa ini pertama kali diketahui oleh keluarga besar yang terkejut saat mengetahui korban telah meninggal dunia.

"Awalnya saya lagi jualan, lalu ditelepon keluarga. Katanya ada keluarga yang meninggal dipukul. Pas saya ke rumah dan lihat jenazah, saya kaget karena ada memar-memar di tubuhnya," ujar Mat Sai di RS Bhayangkara.

Bocah SD Tewas Diduga Akibat Bully Kakak Kelas, Tubuh Lebam hingga Muntah Darah

Menurutnya, jenazah yang sebelumnya berada di Pontianak Utara sempat dibawa ke rumah keluarga di kawasan Pontianak Timur.

Di sanalah pihak keluarga melihat banyak lebam di tubuh korban dan merasa ada kejanggalan atas kematiannya.

Jenazah korban diketahui sempat dibawa oleh ibu kandung korban ke rumah mertuanya di Siantan.

Di rumah itu, adik ipar ibu korban yang melihat kondisi korban langsung membuat laporan ke Polsek Pontianak Utara.

Menanggapi laporan tersebut, pihak kepolisian dari Polresta Pontianak bergerak cepat.

Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal (Wakasatreskrim) Polresta Pontianak, AKP Agus Haryono mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan dari keluarga mengenai kejanggalan pada jasad korban.

"Awalnya korban sudah dimandikan dan dikafani, siap dimakamkan. Namun adik ipar ibu korban melihat jasad korban penuh lebam. Ia lalu membuat laporan, dan kami langsung menuju rumah duka," jelas AKP Agus.

Dari hasil penyelidikan awal, petugas mengamankan ayah tiri korban yang diduga merupakan pelaku penganiayaan yang menyebabkan kematian korban.

Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolresta Pontianak. Sementara motif dari tindakan kekerasan tersebut masih dalam proses penyelidikan. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved