Ayah Aniaya Anak

Turut Jadi Korban Kekerasan Ayah Tiri: Dia Pukul Saya dan Anak Saya Pakai Kayu Sampai Meninggal

“Dia pukul saya dan anak saya pakai kayu sampai anak saya meninggal. Tangan dan kaki saya juga kena pukul,” ujar Rismawati saat ditemui di Rumah Sakit

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/CHRIS HAMONANGAN PERY PARDEDE
IBU KORBAN - Potret ibu korban, Rismawati bersama sepupunya, Mat Sai, saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak, Jalan Karel Satsuit Tubun, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, pada Rabu, 28 Mei 2025. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Seorang anak berkebutuhan khusus tewas setelah diduga alami penganiayaan oleh kekasih ibunya di bawah Jembatan Landak, Jalan Sultan Hamid II, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, pada Selasa 27 Mei 2025. 

Ibu korban, Rismawati, yang merupakan korban dan juga pelapor ikut mengalami luka-luka akibat pemukulan.

Dalam keterangannya, Rismawati mengungkapkan bahwa pelaku sering melakukan kekerasan terhadap dirinya dan anaknya. 

Ia menyebut pelaku memukul anaknya dengan menggunakan kayu besar hingga kayu tersebut sampai terbelah tiga. 

“Dia pukul saya dan anak saya pakai kayu sampai anak saya meninggal. Tangan dan kaki saya juga kena pukul,” ujar Rismawati saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak, Jalan Karel Satsuit Tubun, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, pada Rabu, 28 Mei 2025.

Menurutnya, kejadian itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB saat ia dan anaknya berada di kolong Jembatan Landak, tempat mereka tinggal bersama pelaku.

Anak Berkebutuhan Khusus di Pontianak Tewas Dianiaya Ayah Tiri, Polisi Ungkap Awal Kejanggalan

Pelaku datang dan memukul korban yang dimana korban yang tidak bisa berbicara karena berkebutuhan khusus. 

“Seluruh badan anak saya dipukul, bengkak, biru, memar, luka-luka,” jelas ibu korban. 

Ia mengatakan anaknya meninggal sekitar pukul 14.30 WIB, setelah sebelumnya terus mengalami kekerasan fisik.

“Saat itu saya masih ngamen, pas bangun tidur anak saya masih dipukul di depan saya. Saya juga ikut kena pukul,” ucapnya. 

Ia mengatakan korban sempat dipelasah, diinjak, hingga dibanting oleh pelaku dalam kondisi tubuh yang sudah sangat lemah. 

Meski demikian, pelaku tetap melanjutkan kekerasan saat ibu korban memberikan makan kepada korban yang sudah lemah. 

“Saat saya pulang, anak saya sudah lemas. Saya coba suapkan nasi, tapi sudah tidak mau makan. Dalam kondisi seperti itu pun dia masih terus dipukul sampai akhirnya meninggal,” katanya dengan suara pelan. 

Kemudian korban dibawa ke rumah orang tua dari pelaku yang berada di Selat Panjang. 

Sementara itu, kasus ini pertama kali dilaporkan oleh kakak pelaku setelah melihat kondisi korban yang sudah tak bernyawa.

Kasus ini sedang ditangani oleh pihak kepolisian dan pelaku telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved