Program JKN Beri Nurhavhiza Ketenangan Batin dan Akses Kesehatan Terbaik
Selama menjadi peserta JKN, Nurhavhiza dan keluarganya selalu memanfaatkan program ini untuk mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan.
Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG – Bagi Nurhavhiza, seorang Pegawai Pemerintah Non-Pegawai Negeri (PPNPN) di lingkungan Pemerintah Kota Singkawang, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bukan sekadar asuransi kesehatan saja, tapi sebuah jaminan dalam menjalani hidup.
"Saya selalu bilang ke teman-teman saya, Program JKN itu seperti payung di tengah hujan. Saat kita sakit, payung itu melindungi kita dari beban biaya yang bisa menghujam kapan saja," ujarnya dengan senyum lebar.
Nurhavhiza mengaku sangat bersyukur karena iuran JKN-nya ditanggung oleh Pemerintah Kota Singkawang.
Menurutnya ini sangat meringankan dirinya, apalagi dirinya saat ini juga sidah memiliki keluarga.
"Sebagai tenaga honorer, tentu akan cukup pusing membayar biaya kesehatan setiap kita terserang penyakit apalgi ditambah saya juga sudah berkeluarga. Tapi, dengan JKN, saya tidak perlu khawatir lagi soal biaya kesehatan. Ini benar-benar membantu saya dan keluarga saya tentunya," tutur Nurhavhiza.
Selama menjadi peserta JKN, Nurhavhiza dan keluarganya selalu memanfaatkan program ini untuk mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan.
Baginya, Program JKN tidak hanya memberikan akses ke layanan kesehatan, tetapi juga ketenangan batin.
"Kalau negara sudah menyiapkan ini untuk rakyatnya, kenapa tidak kita manfaatkan? Ini merupakan bentuk kepedulian negara kepada kita. Saya tidak perlu banyak memikirkan biaya saat ada anggota keluarga yang sakit. Fokus saya hanya pada penyembuhan dan menghibur anggota keluarga saya kalau ada yang sakit" tambah Nurhavhiza.
Ia juga memuji kemudahan proses yang ditawarkan oleh Program JKN. Salain itu, Nurhavhiza juga menyoroti inovasi baru yang selalu dihadirkan oleh BPJS Kesehatan yang menurutnya sangat memudahkan peserta seperti dirinya.
"Dari antrean, fasilitas yang diterima ketika berada di faskes, sampai pengambilan obat, semuanya mudah dan nyaman. Bahkan, petugas BPJS SATU! di rumah sakit selalu siap membantu jika ada kendala. Mereka sangat ramah dan professional. Saya pernah lupa bawa KTP dan kartu JKN, tapi tidak masalah karena sekarang sudah ada sistem finger print. Jadi cukup scan sidik jari kita, semua data langsung muncul. Ini sangat membantu, apalagi buat orang-orang yang punya kesibukan," ujar Nurhavhiza.
Baca juga: KRIS Gantikan Sistem Kelas BPJS Kesehatan Mulai Juli 2025, Cek Tarif Terbarunya
Ia menambahkan, inovasi seperti ini membuat masyarakat semakin percaya pada pelayanan JKN terlebih banyaknya sikap-sikap skeptis serta kabar negatif dari beberapa orang membuat banyak masyarakat sempat ragu dengan pelayanan yang akan didapatkan oleh peserta JKN.
"Dulu, banyak yang ragu karena prosesnya dianggap ribet dan bahkan sering mendengar bahwa mereka selalu dibeda-bedakan dengan pasien umum. Tapi sekarang, semuanya serba digital dan cepat. BPJS Kesehatan benar-benar mendengarkan saran dari kebutuhan peserta," kata Nurhavhiza.
Nurhavhiza juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Singkawang yang menanggung iuran JKN bagi tenaga honorer. Ia juga berharap agar BPJS Kesehatan terus meningkatkan kualitas layanan serta cakupan peserta mereka.
"Ini bentuk komitmen bahwa pemerintah peduli dengan kesejahteraan kami. Saya berharap, program seperti ini bisa terus berlanjut dan diperluas cakupannya," ujarnya. Saya berterima kasih atas semua inovasi yang sudah dilakukan. Tapi, jangan berhenti di sini. Teruslah berbenah agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya," tuturnya.
Di akhir wawancara, Nurhavhiza berpesan agar semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya jaminan kesehatan.
| Kuliner Singkawang Terbaik 2026, Ada Mie Asin hingga Bubur Pekong Legendaris |
|
|---|
| Kabar Gembira! Libur Idul Adha 2026 5 Hari Sesuai SKB 3 Menteri, Simak Tanggal Liburnya |
|
|---|
| Daftar Nomor Darurat Singkawang Terbaru 2027 Lengkap Mulai dari Polisi, RS hingga Damkar |
|
|---|
| Angka Stunting di Kota Singkawang Capai 21,9 Persen Sesuai Data SSGI 2024 |
|
|---|
| Sekda Kota Singkawang Hadiri FGD Rencana Sekolah Nasional Terintegrasi, Usulkan Tiga Sekolah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Nurhavhiza-seorang-Pegawai-Pemerintah-Non-Pegawai-Negeri.jpg)