Angka Stunting di Kota Singkawang Capai 21,9 Persen Sesuai Data SSGI 2024
Ia juga menekankan penggunaan anggaran dan sumber daya dalam program penurunan stunting harus disertai pertanggungjawaban yang
Penulis: Widad Ardina | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
- Menanggapi hal ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Singkawang, Dwi Yanti, menegaskan percepatan penurunan stunting tidak bisa hanya dibebankan pada sektor kesehatan.
- Ia menilai memerlukan keterlibatan lintas sektor seperti pemberdayaan masyarakat, pendidikan, penyediaan air bersih dan sanitasi, sosial, hingga pertanian.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Angka stunting di Kota Singkawang saat ini berada di level 21,9 persen berdasarkan data SSGI 2024.
Sementara Pemerintah Kota Singkawang menargetkan angka tersebut turun menjadi 19,70 persen pada tahun 2026.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Singkawang, Dwi Yanti, menegaskan percepatan penurunan stunting tidak bisa hanya dibebankan pada sektor kesehatan.
Ia menilai memerlukan keterlibatan lintas sektor seperti pemberdayaan masyarakat, pendidikan, penyediaan air bersih dan sanitasi, sosial, hingga pertanian.
Menurutnya, tantangan yang masih dihadapi diantaranya ego sektoral, perbedaan sistem kerja antarinstansi, serta keterbatasan pemahaman lintas sektor terkait penanganan stunting.
• Sekda Kota Singkawang Hadiri FGD Rencana Sekolah Nasional Terintegrasi, Usulkan Tiga Sekolah
"Monitoring dan evaluasi dinilai penting agar koordinasi serta sinergi antarperangkat daerah berjalan efektif," katanya dalam memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Singkawang Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Bappeda Kota Singkawang, Rabu 13 Mei 2026.
Ia juga menekankan penggunaan anggaran dan sumber daya dalam program penurunan stunting harus disertai pertanggungjawaban yang jelas kepada publik maupun para pemangku kepentingan.
"Pertemuan ini penting untuk memantau sejauh mana program yang telah dijalankan sekaligus memastikan target yang sudah ditetapkan dapat tercapai,” ujarnya.
Melalui rapat koordinasi tersebut, ia berharap seluruh pihak mampu mengidentifikasi kendala di lapangan, menyesuaikan strategi intervensi, memperkuat sektor yang masih lemah, serta saling berbagi praktik baik dalam percepatan penurunan stunting.
Rapat tersebut dihadiri Plt. Kepala Bappeda Kota Singkawang, perwakilan OPD terkait, Tim Penggerak PKK Kota Singkawang, para camat dan lurah se-Kota Singkawang, Ketua TPPS tingkat kelurahan, serta Korwil Badan Gizi Nasional Kota Singkawang. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
Penanganan Stunting
stunting
penyebab stunting
Dwi Yanti
Sekda Singkawang
Sekretaris Daerah
Rapat Koordinasi
Berita Terbaru Tribun Pontianak
Rabu 13 Mei 2026
Kalbar
Kalimantan Barat
Singkawang
| Sekda Kota Singkawang Hadiri FGD Rencana Sekolah Nasional Terintegrasi, Usulkan Tiga Sekolah |
|
|---|
| Cakupan Pengukuran Balita di Kota Singkawang Sebesar 39,99 Persen |
|
|---|
| Tekan Resiko Stunting, Dinkes dan KB Singkawang Imbau Masyarakat Rutin Lakukan Pengukuran Balita |
|
|---|
| FOMDA Kalbar Dorong Peningkatan IPM Lewat Ekonomi Berbasis Potensi Lokal |
|
|---|
| Ketua TP PKK Kota Singkawang Soroti Tantangan Penanganan Stunting |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Rapat-Koordinasi-435dtsrfgvd.jpg)