Mata Lokal Fest 2025
Solusi Diversifikasi Pasar Respon Atas Kebijakan Tarif Impor Trump, Maman: Prioritas Pasar Domestik
Agus mengatakan Trump saat ini sadar bahwa Amerika kehilangan kesempatan karena industri manufaktur Negeri Paman Sam basisnya lebih banyak di luar AS.
TRIBUPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkap respon Indonesia setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tarif impor baru untuk seluruh barang yang datang ke AS pada 2 April 2025.
Perang dagang dunia memasuki babak baru setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan tarif baru tersebut.
Trump mengklaim bahwa tarif dasar sebesar 10 persen pada semua negara ditambah tarif yang lebih tinggi untuk setiap negara akan meningkatkan ekonomi AS dan melindungi lapangan pekerjaan.
Tentu hal ini mendapatkan berbagai respon dari seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia.
• Menteri UMKM Maman Ungkap Tantangan Sulitnya Hapus Utang 1 Juta UMKM, Baru Tembus Rp 486 Miliar
Indonesia menjadi salah satu negara yang terkena dampak kebijakan tarif baru tersebut. Dalam daftar 180 negara yang dikenai tarif bea masuk, Indonesia dikenakan tarif impor sebesar 32 persen oleh AS. Indonesia menjadi negara urutan kedelapan yang mendapat tarif terbesar.
Defisit perdagangan AS dengan Indonesia sekitar 18 miliar dolar menjadi alasan Trump menaikkan tarif impor barang sebesar 32 persen.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan, penerapan tarif impor baru oleh Presiden Trump merupakan langkah untuk mengembalikan manufaktur ke negerinya.
"Assessment (penilaian) saya mengatakan bahwa apa yang dilakukan Trump adalah untuk membawa kembali manufaktur ke Amerika," ucap Agus dalam acara Tribun Network Mata Lokal Fest 2025 di Shangri-La Jakarta, Kamis 8 Mei 2025.
Agus mengatakan bahwa, Trump saat ini sadar bahwa Amerika kehilangan kesempatan karena industri manufaktur Negeri Paman Sam basisnya lebih banyak berada di luar AS.
Saat ini yang ada di dalam AS kebanyakan perusahaan teknologi yang menurut AGK jumlahnya kecil, ketimbang manufaktur Amerika yang berada di luar.
"Trump itu sadar persis bahwa mereka kehilangan opportunity karena manufaktur-manufaktur dari perusahaan-perusahaan Amerika basisnya sudah di luar Amerika, kecuali memang mungkin manufaktur yang memiliki teknologi tinggi, tapi itu jumlahnya kecil," ungkap AGK.
Pertanyaannya, apakah dengan cara menaikkan tarif impor seluruh barang yang masuk ke AS adalah langkah yang tepat? Agus tidak bisa berspekulasi.
Akan tetapi, yang jelas ialah membangun sebuah industri manufaktur tidak bisa instan, namun untuk menghancurkannya hanya butuh waktu singkat.
"Apakah beliau (Trump) akan berhasil? Saya nggak berani menjawab dan saya nggak bisa menjawab, karena itu nanti sejarah yang bisa menjawab. Saya ingin memberikan satu pesan bahwa membangun sebuah manufaktur di sebuah negara tidak bisa terjadi overnight. Indonesia sudah membuktikan konsistensinya, komitmennya dalam membangun manufaktur sudah puluhan tahun sampai hari ini kita jaga, kita lindungi konsistensi dan komitmen itu," terang Menperin.
Diversifikasi Pasar
Kebijakan Tarif Impor Trump
Tarif Impor Trump
Diversifikasi Pasar
Menteri UMKM RI
Menteri UMKM Maman Abdurrahman
Menteri UMKM
Donald Trump
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita
Menteri Perindustrian
Agus Gumiwang Kartasasmita
Mata Lokal Fest 2025
Alasan Penulisan Ulang Sejarah Indonesia Pada HUT ke-80 RI Terungkap di Mata Lokal Fest 2025 |
![]() |
---|
Kalbar Terpilih Bantu Atasi Krisis Beras Dunia, Malaysia Jadi Negara Tujuan Ekspor Pertama |
![]() |
---|
Wacana Merombak Narasi Sejarah Indonesia, Menteri Kebudayaan Gagas Penulisan Ulang Sejarah Indonesia |
![]() |
---|
Sampah Makanan di Program Makan Bergizi Gratis Jadi Solusi Kompos, Tribun Network Dorong Kolaborasi |
![]() |
---|
Fokus Urai Kemacetan dan Polusi di Jakarta, Pemerintah Gratiskan 15 Golongan dan Berikan Insentif |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.