Harga Kratom Mahal, Pertani Daun Kratom di Kapuas Hulu Bahagia
Namun ada beberapa kendala, kata Ahmad, yaitu banyak daun kratom yang terkena hama ulat, hingga banyak daun tidak bisa panen.
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUASHULU - Petani Daun Kratom di wilayah sungai Kapuas, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, merasa bahagia setelah harga daun kratom mengalami kenaikan hingga kurang lebih mencapai Rp 30 ribu perkilogram.
Dimana untuk harga daun kratom yang masih mentah Rp 5-6 ribu perkilogram, daun kratom sudah dijemur atau remahan Rp 25-27 ribu perkilogram, dan daun kratom sudah di mesin atau sudah ditampik mencapai harganya Rp 30 ribu perkilogram.
Seorang petani daun kratom di pesisir sungai Kapuas, Kecamatan Bunut Hilir, Ahmad menyampaikan, dirinya merasa semangat panen daun kratom, karena harganya lumayan mahal, kalau ketimbang sebelumnya.
"Alhamdulillah, sekarang harga daun kratom sudah mahal, satu hari kita bisa mendapatkan hasil dari daun kratom kurang lebih Rp ratusan ribu hingga jutaan, tergantung pengolahan seperti apa," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Jumat 9 Mei 2025.
Namun ada beberapa kendala, kata Ahmad, yaitu banyak daun kratom yang terkena hama ulat, hingga banyak daun tidak bisa panen.
"Tapi kalau saya daun itu semprot untuk membunuh ulat, Alhamdulillah ulatnya lari dan mati," ucapnya.
Ahmad berharap, harga daun kratom tidak murah lagi, karena kalau di pesisir sungai Kapuas, hanya daun kratom hanya matapencaharian andalan masyarakat.
"Kalau berharap dengan nelayan agak susah, karena ikan di musim tertentu," ungkapnya.
Baca juga: Kapuas Hulu Sudah Siap Mensukseskan Sebagai Tuan Rumah MTQ Provinsi Kalbar 2025
Petani daun kratom lainnya di pesisir sungai Kapuas, Fian, menyampaikan dengan harga daun kratom sedikit mahal, membuat perekonomian warga sedikit maju. "Termasuk saya bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama keluarga," ujarnya.
Dijelaskan Fian, dirinya sehari bisa panen daun kratom kurang lebih 100-200 kilogram perhari, dan dijual mentah dan ada juga berbentuk remahan.
"Alhamdulillah, ada untuk menghidup ekonomi keluarga," ucapnya.
Dengan ini bapak dua anak itu, sangat berharap kepada pemerintah agar mempertahankan harga daun kratom. "Terpenting lagi adalah supaya legalitas daun kratom segera disahkan oleh negara," ungkapnya.
Seorang pembeli daun kratom, Andi menyampaikan, kalau dirinya membeli ke petani harga daun kratom yang basah kurang Rp 5 ribu perkilogram, remahan Rp 26 ribu perkilogram, dan remahan sudah ditampik Rp 29 ribu perkilogram.
"Harga daun kratom saat ini cukup mahal, dan permintaan bos-bos daun kratom di Pontianak sangat tinggi, sehingga harga juga ikut mahal, sehingga petani sangat bergairah untuk panen daun kratom," ujarnya.
Dijelaskan juga, banyak pembeli daun kratom, sehingga harus pandai-pandai pembeli agar petani bisa jual di tempat pembeli itu sendiri.
"Kadang saya harus datang ke kebun dan bermalam di rumah petani daun kratom itu sendiri," ungkapnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
Polwan Polres Kapuas Hulu Gelar Ziarah ke Taman Makam Pahlawan Peringati Hari Jadi ke-77 Polwan RI |
![]() |
---|
BPJS Ketenagakerjaan Singkawang Tindak Lanjuti Usulan OPD, Dorong Regulasi Perlindungan Pekerja |
![]() |
---|
Pendaftaranl TKA 2025 Dibuka, SMA Negeri 3 Pontianak Minta Sosialisasi Diperjelas |
![]() |
---|
Ini Penyebab Jaringan Listrik Gangguan di Putussibau |
![]() |
---|
Sinergi Antar Lembaga Jadi Kunci Cegah TPPO dan TPPM di Perbatasan Kalbar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.