Perhimpunan Perempuan Dayak Sintang Gelar Muscab, Bahas Penguatan Peran dan Kepengurusan Baru

Pemkab Sintang, lanjutnya, siap bersinergi dengan organisasi masyarakat seperti P2D dalam berbagai bidang.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
MUSYAWARAH CABANG - Perhimpunan Perempuan Dayak (P2D) Kabupaten Sintang menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pada Sabtu, 30 Agustus 2025, bertempat di Pendopo Wakil Bupati Sintang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Perhimpunan Perempuan Dayak (P2D) Kabupaten Sintang menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pada Sabtu, 30 Agustus 2025, bertempat di Pendopo Wakil Bupati Sintang

Muscab diikuti oleh sekitar 250 peserta yang terdiri dari pengurus P2D dari 14 kecamatan se-Kabupaten Sintang dan pengurus tingkat kabupaten. Kegiatan ini bertujuan untuk memilih kepengurusan baru serta menyusun program kerja ke depan.

Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, Asmidi, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar Muscab ini dapat menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran perempuan Dayak di Sintang.

“P2D ke depan harus menjadi organisasi yang strategis dalam memperkuat identitas perempuan Dayak dan mendukung pemerintah dalam pembangunan. Perempuan Dayak adalah pendidik pertama dalam keluarga sekaligus penggerak sosial di masyarakat,” ujar Asmidi.

Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan dan persatuan di antara perempuan Dayak.

Valentinus Narung Lantik 14 Pengurus KOMAC Pemuda Katolik Sintang Periode 2025–2028

“Melalui Muscab ini, kita harapkan terpilih kepengurusan baru yang memiliki integritas, semangat pengabdian, dan visi yang jelas. P2D harus menjadi organisasi pemersatu, forum demokrasi yang sehat, menjunjung tinggi nilai kekeluargaan, adat istiadat, dan budaya Dayak,” tegasnya.

Pemkab Sintang, lanjutnya, siap bersinergi dengan organisasi masyarakat seperti P2D dalam berbagai bidang.

“Kerja sama bisa dijalin di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, pelestarian lingkungan, hingga pengembangan seni dan budaya. Semakin kuat peran perempuan dalam pembangunan, semakin cepat pula kemajuan yang bisa dicapai oleh Kabupaten Sintang,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua P2D Kabupaten Sintang, Yustina, menyampaikan bahwa P2D telah hadir di Sintang sejak tahun 2011 dan terus berupaya memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Kami ingin perempuan Dayak di Sintang aktif dalam pembangunan dan pemberdayaan, termasuk dalam sektor ekonomi kreatif. P2D harus menjadi wadah pembinaan, pemberdayaan, dan tempat perempuan bisa setara dengan kaum pria dalam berkontribusi,” tutur Yustina.

Ketua Panitia Muscab, Rosa Trifina, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda penting dalam menentukan arah organisasi ke depan.

“Muscab ini digelar untuk memilih pengurus baru dan menyusun program kerja yang akan menjadi pedoman kegiatan organisasi ke depan,” ujarnya.

Dengan terlaksananya Muscab ini, P2D Kabupaten Sintang diharapkan semakin solid dan mampu meningkatkan peran strategis perempuan Dayak dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya di wilayah Kabupaten Sintang. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved