Ragam Contoh
Vatikan Disambut Asap Putih, Paus Baru Resmi Dipilih
Ribuan umat Katolik dari seluruh dunia berkumpul di Vatikan, menantikan momen penting dalam sejarah Gereja Katolik: terpilihnya Paus baru
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Proses konklaf untuk memilih pengganti Paus Fransiskus resmi dimulai pada Rabu, 7 Mei 2025.
Ribuan umat Katolik dari seluruh dunia berkumpul di Vatikan, menantikan momen penting dalam sejarah Gereja Katolik: terpilihnya Paus baru sebagai pemimpin umat Katolik sedunia.
Namun hingga Rabu malam waktu setempat, belum ada kesepakatan di antara para kardinal. Hal ini ditandai dengan munculnya asap hitam dari cerobong di atas Kapel Sistina sekitar pukul 21.00 waktu Roma, atau pukul 02.00 dini hari waktu Indonesia Barat.
Asap hitam tersebut menjadi simbol bahwa pemungutan suara pertama belum menghasilkan Paus terpilih.
Di Alun-Alun Santo Petrus, ribuan umat masih setia menunggu dengan penuh harapan. Mereka menanti asap putih simbol bahwa Paus baru telah dipilih dan menerima tugasnya sebagai pemimpin spiritual umat Katolik. Suasana penuh semangat dan doa menyelimuti lapangan ikonik tersebut.
• Sosok Ramah dan Disayangi Murid, Diah Rindani Meninggal Diduga Korban Perampokan
Sistem konklaf sendiri memiliki sejarah panjang yang dimulai pada abad ke-13. Tradisi ini lahir sebagai respons atas kebuntuan yang pernah terjadi setelah wafatnya Paus Klemens IV pada tahun 1268.
Saat itu, para kardinal membutuhkan waktu hampir tiga tahun, atau tepatnya 1.006 hari, untuk mencapai kesepakatan dan memilih paus baru.
Peristiwa inilah yang kemudian mendorong diberlakukannya sistem konklaf modern, di mana para kardinal "dikunci" di dalam kapel hingga terpilihnya seorang paus.
Sebaliknya, sejarah juga mencatat konklaf tercepat, yaitu pada tahun 1503 saat Paus Julius II terpilih hanya dalam beberapa jam setelah masa berkabung berakhir.
Sementara itu, dalam era modern, Paus Yohanes Paulus I menjadi salah satu paus yang terpilih dalam waktu yang sangat singkat.
Kini, dunia menanti siapa sosok yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan Gereja Katolik setelah Paus Fransiskus. Prosesnya mungkin masih berlangsung, namun harapan dan doa terus bergema di Vatikan dan seluruh penjuru dunia.
Pada tahun 1978, dunia Katolik disuguhi sebuah momen yang sangat jarang terjadi dalam sejarah pemilihan Paus, ketika konklaf yang berlangsung hanya dalam waktu 33 jam berhasil memilih Paus Yohanes Paulus I, menjadikannya konklaf tercepat dalam sejarah Gereja Katolik di era modern.
Kejadian ini menandai sebuah peristiwa yang tak hanya mencatatkan nama Paus Yohanes Paulus I sebagai pemimpin Gereja, tetapi juga menggambarkan bagaimana kesatuan dan konsensus dapat tercapai dengan sangat cepat di tengah situasi yang mendesak.
• Kenali 2 Ciri Gangguan OCD pada Anak, Orang Tua Jangan Abaikan Hal Ini
Konklaf 1978 dimulai setelah meninggalnya Paus Paulus VI pada tanggal 6 Agustus 1978, meninggalkan sebuah kekosongan yang harus segera diisi.
Ketika Paus Paulus VI wafat, Gereja Katolik menghadapi tantangan besar dalam memilih seorang pemimpin yang dapat mengatasi berbagai isu internal yang tengah berkembang, sekaligus memimpin umat Katolik di seluruh dunia.
Paus baru terpilih
Paus Baru Resmi Dipilih
Pemimpin Baru Gereja Katolik Terpilih
Asap Putih Vatikan
45 Anggota DPRD Kota Pontianak Periode Masa Jabatan 2024-2029 di 5 Dapil |
![]() |
---|
45 Soal Ujian Sosiologi Kelas 10 SMA Lengkap Kunci Jawaban Merdeka 2025 |
![]() |
---|
45 Soal Ujian Kimia Kelas 10 SMA Lengkap Kunci Jawaban Merdeka 2025 |
![]() |
---|
41 Soal Ujian Bahasa Inggris Kelas 8 SMP Lengkap Kunci Jawaban Merdeka 2025 |
![]() |
---|
45 TOP Soal Ujian Aqidah Akhlak Kelas 8 MTs Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.