Demo Pelajar

Pengamat Pendidikan Kalbar Soroti Terkait Siswa SMA N 1 Mempawah yang Terancam Gagal Ikuti SNBP

Agar kejadian serupa tidak terulang maka pihak sekolah dapat mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sistem pendaftaran SNBP dimasa akan datang.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANGGITA PUTRI
BERIKAN TANGGAPAN - Pengamat Pendidikan, Suherdiyanto. Ia menanggapi tekait pihak sekoah lalai dalam mengakomodir para siswa untuk pengisian data siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi melalui jalur tanpa tes, ataupun program Eligible Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun Ajaran 2024/2025. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat , Rita Hastarita telah melayangkan surat teguran tertulis kepada Kepala Sekolah maupun Operator Sekolah di SMA Negeri 1 Mempawah, pada Senin 3 Januari 2025.

Surat teguran ini dilayangkan Kadisdikbud Kalbar, karena pihak sekolah dianggap telah lalai dalam mengakomodir para siswa untuk pengisian data siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi melalui jalur tanpa tes, ataupun program Eligible Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun Ajaran 2024/2025.

Berdasarkan informasi yang didapatkan Tribun Pontianak total ada 113 siswa di SMA Negeri 1 Mempawah yang terancam gagal daftar kuliah melalui jalur tanpa tes, ataupun program Eligible Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun Ajaran 2024/2025, dampak dari gagalnya input data siswa oleh operator sekolah.

Menanggapi kejadian tersebut, Pengamat Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, Suherdiyanto tentunya akan menimbulkan kekecewaan dikalangan siswa dan orang tua, yang akhirnya memicu protes dari kalangan siswa dan orang tua yang merasa dirugikan.

Akibatnya, ketika sekolah mereka tidak bisa melewati jalur tanpa tes SNBP PTN 2025, mereka harus bersaing melalui jalur UTBK SN yang lebih kompetitif. 

“Untuk mencegah kejadian serupa, dimasa depan penting bagi sekolah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur dan tanggung jawab terhadap proses pendaftaran SNBP disatuan pendidikan masing-masing,”ujarnya.

Selain itu, Suherdiyanto juga menegaskan bahwa komunikasi yang transparan antar sekolah siswa dan orang tua harus ditingkatkan, guna memastikan semua pihak memahami persyaratan dan tenggat waktu yang berlaku sesuai dengan tanggung jawab dan kewenangan dimasing-masing pihak.

“Bagi siswa yang terdampak, tentunya harus segera mempersiapkan diri menghadapi UTBK PTN ditahun ini dengan optimal,”ujarnya.

Suherdiyanto juga menekankan bahwa pihak sekolah juga harus memastikan untuk memfasilitasi siswa yang terdampak untuk melakukan try out atau memanfaatkan berbagai sumber belajar dan bimbingan belajar yang tersedia untuk meningkatkan peluang lolos seleksi.

Baca juga: DPRD Suriansyah Tanggapi Ratusan Pelajar SMAN 1 Mempawah Tak Bisa Ikuti Tes SNPB

“Kita harapkan kejadian seperti ini,  tidak akan terulang dimasa yang akan datang sehingga diharapkan semua pihak terkait, harus teliti dan komunikasi dalam proses penerimaan mahasiswa baru, “ujarnya.

Dikatakannya, agar kejadian serupa tidak terulang maka pihak sekolah dapat mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sistem pendaftaran SNBP dimasa akan datang.

“Mungkin dengan melakukan evaluasi dan investigasi internal atau membentuk tim khusus untuk melihat yang menjadi penyebab kegagalan sekolah SMA 1 Mempawah ini gagal mendaftar di SNBP 2025,”ujarnya.

Kemudian mengidentifikasi kelemahan dalam prosedur yang menyebabkan eror kemudian peningkatan sistem administrasi dan pengawasan pihak satuan pendidikan atau sekolah perlu untuk menunjuk Tim Khusus yang bertanggungjawab atas pengelolaan pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS), agar ini tidak menjadi kendala ketika ingin mendaftar di SNBP 2026 mendatang dan melibatkan lebih banyak tim dan guru untuk pengisian data. 

“Sehingga betul-betul akurasi data yang disiapkan baik secara manual maupun digital ini dapat terverifikasi dengan baik,”tegasnya.

Kemudian perlu untuk diberikan pelatihan kepada staf administrasi atau pihak yang diberikan tanggung jawab untuk melihat SOP cara pendaftaran SNBP dan menyediakan pendampingan kepada siswa yang dalam proses penjurusan.

Lalu perlu peningkatan komunikasi dan transparansi dalam setiap informasi SNBP dan mekanisme yang ada diperguruan tinggi dan sekolah  secara menyeluruh baik lewat media sekolah maupun media sosial.

“Selain itu perlu berkoordinasi dengan dinas pendidikan dan perguruan tinggi untuk memahami regulasi yang terbaru agar tidak terkendala dengan beberapa informasi yang sifatnya prinsip atau teknis yang dapat menggagalkan siswa kelas 12 ikut SNBP PTN ditahun tahun mendatang,”pungkasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved