Imlek dan Cap Go Meh 2025

Filosofi di Balik Tradisi Makan Besar Saat Imlek di Singkawang

Maka, diharapkan dengan tradisi makan besar tersebut, bisa memberikan perencanaan yang lebih baik untuk kedepannya.

Penulis: Widad Ardina | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Widad Ardina
Tokoh Masyarakat Tionghoa di Kota Singkawang, Bong Wui Kong menjelaskan makna dan filosofi dari tradisi makan besar saat Perayaan Tahun Baru Imlek 2025.  

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Perayaan Tahun Baru Imlek 2025 di Kota Singkawang tidak hanya dimeriahkan dengan barongsai, lampion, dan kembang api, tetapi juga dengan tradisi makan besar bersama keluarga.

Makna dan filosofi dari tradisi makan besar tersebut, disampaikan Tokoh Masyarakat Tionghoa di Kota Singkawang, Bong Wui Kong menjelaskan, tradisi tersebut menjadi momen istimewa bagi masyarakat Tionghoa untuk berkumpul dan mempererat hubungan keluarga.  

"Keluarga ngumpul, anak-anak yang rantauan pada pulang semua berkumpul sama keluarga. Jadi untuk makan besar ini istilahnya itu kumpul," katanya saat ditemui tribunpontianak.co.id, Rabu 22 Januari 2025.

Bong Wui Kong menambahkan, untuk tradisi makan besar itu biasanya dilakukan H-1 perayaan Imlek. Beberapa makanan yang wajib ada di meja makan meliputi ikan, mi panjang umur, kue keranjang, lumpia, dan jeruk mandarin.  

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan salah satu makanan khas yang pasti ada di saat tradisi makan besar adalah kue keranjang.

"Dari kue keranjang ini, bermakna menyatukan keluarga. Jadi saling berkumpul pada saat itu, saling menceritakan tentang keberhasilan, keberuntungan ataupun ruginya dan usaha," jelasnya.

Maka, diharapkan dengan tradisi makan besar tersebut, bisa memberikan perencanaan yang lebih baik untuk kedepannya.

Baca juga: Pertamina Jamin Pasokan Avtur di Bandara Singkawang dan Siagakan Mobil Refueller

"Kue keranjang ini wajib harus ada. Apalagi karna testurnya yang kental dan lengket ini ibaratkan mempersatukan keluarga agar tetap bersatu, utuh," ucapnya.

Tak hanya itu, makanan khas lainnya seperti jeruk bali juga memiliki makna yakni melambangkan sebagai keselamatan dan keberuntungan.

Selain itu, dalam menyambut Tahun Baru Imlek 2025 ini, persiapan yang dilakukan Bong Wui Kong bersama keluarganya cukup sederhana. Ia mengatakan hal terpenting dalam merayakan imlek adalah momen berkumpul bersama.

"Kita senangnya kalau Imlek ini, bisa saling berkumpul dan saling berkunjung yang membuat hubungan persahabatan itu lebih dekat," tutupnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved