Ragam Contoh
Alasan Resiko Terbesar Perempuan Mudah Terkena Penyakit Diabetes
Namun, faktor genetik memang menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan risiko diabetes seseorang.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Mengapa diabetes juga banyak menyerang wanita?
Diketahui bahwa penyakit diabetes merupakan satu diantara penyakit yang meningkat dengan pesat di dunia.
Bahkan di Indonesia, angka penyakit diabetes juga pesat dirasakan oleh banyak kau hawa tersebut.
Berdasarkan data dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi diabetes pada penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas mencapai 11,7 persen, dengan mayoritas kasus yang belum terdiagnosis.
Lantas, siapa yang lebih berisiko terkena diabetes, laki-laki atau perempuan?
Menurut Dr. Christopher Andrian, M.Gizi, Sp.GK, seorang Dokter Spesialis Gizi Klinis, perempuan secara alami memiliki risiko lebih tinggi. Namun tidak ada jawaban pasti apakah laki-laki atau perempuan lebih berisiko.
“Secara umum, keduanya memiliki risiko yang hampir sama, tergantung pada faktor gaya hidup masing-masing,” ungkapnya dalam acara Peluncuran Kampanye GESIT (Gerakan Sadar Diabetes), di Kalia Restaurant, Jakarta.
Namun, faktor genetik memang menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan risiko diabetes seseorang.
• Penyebab Diabetes Melitus yang Berbahaya Bagi Wanita, Berikut 2 Gejala Penyakit Diabetes Melitus
Jika seseorang memiliki riwayat diabetes dalam keluarganya, terutama orang tua yang mengidap penyakit ini, maka risiko anak untuk terkena diabetes bisa meningkat lebih dari 20 persen dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki faktor genetik tersebut.
"Pada dasarnya, faktor gaya hidup menjadi penentu utama, baik pada laki-laki maupun perempuan," katanya.
Meskipun demikian, memiliki risiko genetik bukan berarti seseorang pasti akan mengidap diabetes.
Bahkan jika seseorang memiliki faktor genetik yang meningkatkan risiko diabetes, pola makan yang sehat, olahraga yang rutin, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu mengurangi kemungkinan terkena diabetes.
“Jika orang tua kebiasaan memberi teh manis setiap pagi, anak bisa meniru kebiasaan tersebut tanpa sadar. Kebiasaan seperti ini yang perlu diubah untuk mencegah diabetes,” tambahnya.
Dalam upaya pencegahan diabetes, pemeriksaan genetik atau nutrigenomik juga menjadi solusi.
“Nutrigenomik adalah pemeriksaan genetik untuk mengetahui apakah seseorang memiliki kecenderungan terhadap diabetes, kolesterol tinggi, atau bahkan resiko serangan jantung," tuturnya.
| Ini 69 Mata Pelajaran Pilihan TKA 2026, Bahasa Korea hingga Kewirausahaan Masuk Daftar |
|
|---|
| Batas Aman Mengkonsumsi Sate Bakar Agar Tidak Membahayakan Kesehatan |
|
|---|
| Ini Alasannya, Saat Sakit Tubuh Tidak Merespon Nafsu Makan |
|
|---|
| Kumpulan Soal Essay PJOK SMA Kelas X dan Pembahasannya |
|
|---|
| 50 Soal UAS Kimia Kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka 2026 Lengkap Kunci Jawaban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Gatal-gatal-karena-diabetes.jpg)