Wujudkan Aspirasi Masyarakat Kalbar: Strategi dalam Pembangunan Daerah
"Yang paling menjerit sekarang adalah peternak sapi karena mereka kesulitan untuk bersaing dengan sapi impor. Belum lagi peternak ayam yang bahan paka
Penulis: Ferlianus Tedi Yahya | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan hadir sebagai narasumber dalam acara tribun pontianak official podcast (triponcast), yang berlangsung di studi tribun pontianak, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu 16 November 2024.
Pada awal acara ia menceritakan sepotong kisah perjalanannya dalam menempuh pendidikan sejak s2 hingga s3, yang tergerak pada saat pandemi covid-19 kala itu.
Kemudian dilanjutkan dengan menjelaskan beberapa strategi yang akan ia kembangkan di Kalbar, dimana ia akan siap membangun bidang pertanian dengan sistem digitalisasi.
"Masa depan Indonesia itu dibidang pertanian. Kalau Indonesia berhasil mengelola pertanian dengan baik maka masa depan kita akan cerah," katanya.
Bahkan menurutnya jika bidang pertanian tidak dikelola dengan baik maka para petani akan musnah karena adanya daya saing pertanian yang semakin meningkat.
Dia juga memberikan contoh, seperti harga gula dan minyak misalnya. Untuk harga saat ini jauh lebih mahal dari negara tetangga dan sedang dirasakan oleh masyarakat Kalbar saat ini.
"Yang paling menjerit sekarang adalah peternak sapi karena mereka kesulitan untuk bersaing dengan sapi impor. Belum lagi peternak ayam yang bahan pakannya mahal, demikian pula petani jagung. Akhirnya semua kebutuhan kita impor," ungkapnya.
• Polresta Pontianak Operasi Cipta Kondisi P4GN, Personel Sikat Lokasi Peredaran Narkoba & Judi Online
Dengan adanya digitalisasi ini, menurutnya akan meningkatkan daya saing melalui efisiensi input, sehingga prosesnya akan menjadi lebih baik dan kualitasnya akan meningkat.
Terpilih kembali pada periode 3 ini, Daniel juga mengungkapkan bagaimana pada periode kali ini cukup bersaing, bahkan jika tanpa bantuan tim dan tokoh masyarakat yang memberikan dukungan kepadanya ia tak akan bisa duduk seperti sekarang ini.
"Memang dengan kontestasi pemilu maupun pilkada ini, masyarakat mempunyai kesempatan untuk melahirkan pemimpin yang baik dan dapat melihat track record yang jelas," ujarnya.
Membahas tentang tugasnya selama menjabat, Daniel mengaku telah melakukan beberapa trobosan, sehingga khusus di Kalbar sendiri saat ini sudah menjadi swasembada pangan untuk beras.
Bahkan ia akan berkomitmen untuk selalu mendengarkan aspirasi dan selalu memperhatikan masyarakat.
Selain bidang pertanian, untuk nelayan juga menurutnya tak kalah penting menjadi perhatian, bagaimana sesuai dengan kondisi geografis Kalbar ini memiliki banyak sungai dan pesisir sehingga keberadaan nelayan juga menjadi penting.
Menyinggung soal petani milenial, menurutnya tentang kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementrian sangat baik dan ia mengaku setuju agar petani milenial ini naik kelas.
"Naik kelas ini tentu mereka akan lebih mengandalkan teknologi. Makanya ide digitalisasi ini akan jauh lebih mudah kalau mau dijalankan petani milenial ini," jelasnya.
Update Harga Sembako di Kalimantan Barat Hari Ini Terbaru: Cabai Naik, Bawang dan Daging Turun |
![]() |
---|
Gubernur Kalbar Ria Norsan Imbau Massa Aksi Jaga Kondusifitas dan Sampaikan Aspirasi dengan Damai |
![]() |
---|
Situasi Terkini Aksi Damai di Sekitar Bundaran Digulis Untan Pontianak |
![]() |
---|
Unjuk Rasa Sempat Berlanjut di Bundaran Digulis Jumat Malam |
![]() |
---|
Aksi Damai Berlanjut ke Bundaran Digulis |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.