Gagalkan Penyeludupan 38ribu Pil Ekstasi, Korem 121/ABW Curigai Keterlibatan Napi Lapas

Dalam operasi digagalkan penyelundupan narkoba ini, ada satu orang warga sipil asal Sambas yang berhasil diamankan.

Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Danrem 121/ABW Brigjen TNI Luqman Arief bersama Dansatgas Pamtas Yonkav 12/BC Letkol Kav Andy S Untoro saat gelar  konferensi pers pada Jumat 30 Agustus 2024 di Mes Perwakilan Korem 121/ABW Di Pontianak  

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Berhasil digagalkannya upaya penyelundupan narkotika jenis pil ekstasi dengan jumlah puluhan ribu butir, Korem 121/ABW selaku Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Satgas Pamtas RI-Malaysia di Kalbar mencurigai adanya keterlibatan Narapidana Lapas.

Seperti diketahui sekitar 38 Ribu butir narkoba jenis Pil ekstasi dan  500 gram Narkotika jenis Sabu digagalkan masuk oleh satgas pamtas RI-Malaysia Yonkav 12/BC pada Sabtu 24 Agustus 2024 di wilayah Kumba Semunying, Jagoi Babang Kabupaten Bengkayang.

Danrem 121/ABW Brigjen TNI Luqman Arief menuturkan operasi penggagalan sukses dijalankan dalam 2 tahap penyergapan, Operasi pertama dijalankan di wilayah Kumba Semunying, Jagoi Babang pada sabtu  24 Agustus 2024, dengan barang bukti sekitar 9 ribu butir pil ekstasi dan pil Happy Five serta 500 gram narkoba jenis sabu.

"Dalam operasi digagalkan penyelundupan narkoba ini, ada satu orang warga sipil asal Sambas yang berhasil diamankan," kata Danrem 121/ABW Brigjen TNI Luqman Arief pada Jumat 30 Agustus 2024.

Baca juga: Polisi Tangkap Pengedar Narkoba di Dermaga Kubu

barang bukti narkoba 38ribu pil ekstasi dan 500 gram sabu, Danrem 121/ABW Brigjen TNI Luqman Arief bersama Dansatgas Pamtas Yonkav 12/BC Letkol Kav Andy S Untoro saat gelar  konferensi pers pada Jumat 30 Agustus 2024 di Mes Perwakilan Korem 121/ABW Di Pontianak 
barang bukti narkoba 38ribu pil ekstasi dan 500 gram sabu, Danrem 121/ABW Brigjen TNI Luqman Arief bersama Dansatgas Pamtas Yonkav 12/BC Letkol Kav Andy S Untoro saat gelar  konferensi pers pada Jumat 30 Agustus 2024 di Mes Perwakilan Korem 121/ABW Di Pontianak  (TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA)

Selanjutnya, kemudian Anggota Satgas Pamtas Yonkav 12/BC melakukan pemeriksaan sementara, terungkap adanya sejumlah informasi adanya barang bukti narkoba lain.

"Kemudian anggota Satgas Yonkav 12/BC kembali operasi penyergapan narkoba di wilayah Pos Koki Perbatasan Jagoi Babang - Malaysia dan berhasil menggagalkan penyelundupan Narkotika pil ekstasi sebanyak sekitar  29 ribu Butir," kata Danrem Luqman.

Dihadapan wartawan saat digelar konferensi pers di Mes Perwakilan Korem 121/ABW di Pontianak, Danrem Luqman menuturkan ada metode baru yang saat ini di lakukan para penyelundup narkoba.

"Pelaku berinisial UM (31) ini yang melakukan langsung jemput bola narkoba ke seberang (Malaysia) dan digali informasi ia mengakui kalau dirinya mendapat upah Rp 50 juta," katanya.

"Nah dengan metode seperti itu, kita menduga ia sudah lebih dari satu kali dan juga ada keterlibatan jaringan Napi Lapas, namun saat ini kita juga melakukan melakukan pendalaman atas informasi tersebut," ungkap Danrem Luqman.

Lanjutnya, saat ini pelaku yang diamankan dan barang bukti sudah diserahkan ke BNN untuk ditindaklanjuti serta proses hukumnya.

Ia juga menjelaskan terungkapnya upaya penyelundupan narkoba di wilayah Semunying Bengkayang ini tak lepas informasi yang didapatkan satgas pamtas TNI AD dari masyarakat yang tergalang dalam Program Radar Embrio Anti Narkoba

"Kemanunggalan TNI Bersama Rakyat yang menjadi pagar hidup untuk memberikan informasi kepada TNI atas hal-hal yang dicurigai, maka terungkaplah kasus narkotika ini," katanya.

Dan ia pun menuturkan melihat dari 2 operasi penyergapan terakhir ini, Danrem 121/ABW Brigjen TNI Luqman Arief menyampaikan, pengembangan strategi baru untuk menggagalkan penyelundupan Narkoba di perbatasan RI Malaysia wilayah kalimantan Barat ini terus di kembangkan, diperbaharui dan diterapkan.

"Kita pastikan kita akan sikat semua level penyelundup, dari Kartel penyelundup besar, kurir sampai pengedar kecil yang langsung berhubungan dengan pemakai, karena Hanya dengan cara itulah,TNI sebagai representasi negara bisa menegakan Kedaulatan dari upaya penghancuran Generasi bangsa lewat perbatasan ini," pungkasnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved